Karang Taruna Mataram Petakan Potensi Pemuda Sesuai Peluang Kerja
Mataram (NTBSatu) – Ketua Karang Taruna Kota Mataram periode 2026–2031, Haris Maulana, menyiapkan pemetaan potensi pemuda pada setiap wilayah sebagai langkah awal menyusun program kerja organisasi.
Pemetaan akan melihat potensi, keterampilan, serta kebutuhan pemuda pada tingkat kecamatan hingga lingkungan.
Haris mengatakan, setiap wilayah memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda, sehingga program Karang Taruna perlu mengikuti kondisi masing-masing wilayah.
“Yang pertama kita petakan dulu apa keunggulan masing-masing wilayah. Dari situ kita bisa menentukan program yang sesuai,” ujar Haris, Senin, 5 Oktober 2026.
Tingkatkan Keterampilan, Tekan Pengangguran
Haris yang juga Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram mengatakan, peningkatan keterampilan menjadi salah satu fokus program. Karang Taruna akan membuka pelatihan pada bidang yang memiliki peluang kerja dan relevan dengan kebutuhan saat ini.
Beberapa bidang yang menjadi pilihan antara lain barista, digital marketing, dan Teknologi Informasi (IT). Jenis pelatihan akan melihat kebutuhan masyarakat serta peluang kerja yang tersedia.
Haris menyebut, program tersebut menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi pengangguran, terutama kalangan muda. Keterampilan yang mereka dapatkan melalui pelatihan dapat menjadi bekal untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha.
Arah program Karang Taruna Kota Mataram mengacu pada Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 9 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur fungsi Karang Taruna dalam pembangunan kesejahteraan sosial.
Saat ini, enam kecamatan telah memiliki perwakilan Karang Taruna. Sejumlah lingkungan juga sudah memiliki Karang Taruna dan menjalankan kegiatan masing-masing.
Haris menargetkan penambahan jumlah Karang Taruna hingga tingkat lingkungan. Langkah tersebut sekaligus memperluas jangkauan organisasi dan keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain memperkuat organisasi, Karang Taruna Kota Mataram akan meningkatkan koordinasi dengan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) serta Kementerian Sosial RI.
Salah satu agenda yang masuk dalam kegiatan tersebut yakni Bulan Bakti Karang Taruna. Perwakilan dari setiap kecamatan akan mengikuti kegiatan yang dikoordinasikan PNKT bersama Kementerian Sosial RI.
Haris mengatakan, koordinasi dengan pengurus tingkat nasional dan pemerintah pusat dapat membuka akses terhadap berbagai program bagi pemuda. Pada saat yang sama, pengurus tingkat kota akan memprioritaskan program berdasarkan potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat.
“Programnya harus sesuai kebutuhan. Kalau ada potensi yang bisa dikembangkan, kita dorong. Kalau kebutuhan utamanya keterampilan kerja, kita siapkan pelatihannya,” katanya. (*)




