Fahri Hamzah: Dua Pidato Presiden Prabowo Tegaskan Perubahan Nasib Bangsa Menuju Indonesia Emas

Jakarta (NTBSatu) – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah menilai dua pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan penyampaian RAPBN 2026 beserta Nota Keuangan, Jumat, 15 Agustus 2025, menjadi momentum penting yang menandai arah perubahan nasib bangsa.
Fahri menyebut, dua pidato tersebut bukan hanya bagian dari tradisi kenegaraan. Tetapi juga sarat refleksi dan optimisme menuju cita-cita keadilan, kemakmuran, dan kedaulatan.
“Ini adalah pidato pertama Presiden Prabowo sekaligus RAPBN pertama yang disusun Kabinet Merah Putih,” kata Fahri dalam keterangannya, Minggu 17 Agustus 2025.
Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan
Pada sidang pagi hari, Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan sebagai kepala negara bertajuk Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan.
Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan pentingnya meneladani perjuangan para pendiri bangsa sekaligus mengapresiasi jasa para presiden RI terdahulu.
Menurut Fahri, Prabowo menyoroti fondasi pembangunan nasional yang telah diletakkan pemimpin sebelumnya. Mulai dari integrasi wilayah, pembangunan infrastruktur, hingga pemulihan ekonomi pasca krisis.
Presiden menegaskan, kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang mampu membebaskan rakyat dari kemiskinan dan penderitaan.
“Rakyat harus sejahtera. Kalau rakyat tidak sejahtera, kita gagal sebagai negara merdeka,” ucap Prabowo dalam pidatonya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan UUD 1945, khususnya Pasal 33, agar pengelolaan ekonomi memberi manfaat nyata bagi seluruh rakyat.
Prabowo juga menekankan kebersamaan, transparansi, dan pengawasan ketat demi menghindari penyimpangan kekuasaan, terutama dalam pemberantasan korupsi.
Fokus RAPBN 2026
Dalam pidato sore hari, Presiden Prabowo berbicara sebagai kepala pemerintahan dengan fokus pada RAPBN 2026 dan kebijakan fiskal berkeadilan.
Ia menekankan efisiensi anggaran negara, termasuk pengalihan dana ratusan triliun rupiah dari pos-pos rawan penyimpangan ke program nyata untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan daya saing bangsa.
Beberapa program prioritas yang dipaparkan, antara lain:
- Program makan bergizi gratis untuk puluhan juta anak dan ibu hamil;
- Program sekolah rakyat, revitalisasi sekolah, dan layanan kesehatan gratis;
- Pembentukan Data Tunggal Kesejahteraan (DT-SEN) agar bantuan sosial tepat sasaran;
- Pembukaan jutaan hektar sawah baru guna mendukung ketahanan pangan nasional;
- Penguatan koperasi desa dan stimulus UMKM untuk pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Prabowo juga mengakui adanya distorsi dalam sistem ekonomi. Namun, ia menegaskan pemerintahannya akan mengambil langkah berani demi menyelamatkan kekayaan bangsa.
“Kemakmuran harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat,” tegasnya.