Advertorial

Penambahan Akomodasi Jadi Fokus Pengembangan Wisata di Lombok Timur

Lombok Timur (NTBSatu) – Penambahan fasilitas akomodasi menjadi salah satu fokus pengembangan sektor pariwisata di Lombok Timur. Upaya ini menyasar kawasan selatan yang memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Bandara Internasional Lombok dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Sejumlah investor telah menyiapkan rencana pembangunan fasilitas penginapan baru, di antaranya Primavista dan La Marina.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengatakan, penambahan akomodasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya dukung pariwisata daerah. Terlebih, kawasan selatan memiliki kedekatan dengan lokasi penyelenggaraan MotoGP.

“Kita sudah berupaya bagaimana mencukupkan fasilitas yang tentunya berdekatan dengan wilayah kegiatan MotoGP,” kata Haerul, belum laman ini.

Selain mendorong penambahan penginapan, penguatan sektor pariwisata juga diarahkan untuk meningkatkan penerimaan daerah. Lombok Timur membidik Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp600 miliar dengan mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan.

Haerul menyebut, penerimaan dari sektor pariwisata masih memiliki ruang untuk tumbuh, terutama melalui pajak hotel dan restoran.

Saat ini, Lombok Timur memiliki sekitar 1.500 kamar hotel. Jumlah tersebut masih jauh di bawah Kota Jambi yang memiliki lebih dari 4.000 kamar.

Kondisi itu mendorong pemerintah daerah memperbaiki sistem pemungutan pajak makan-minum dan pajak penginapan. Digitalisasi pembayaran dan pelaporan pajak juga menjadi perhatian agar aktivitas usaha tercatat dengan lebih baik.

“Terutama penarikan pajak, pajak makan-minum, pajak penginapan, dan sebagainya. Yang lokal-lokal masih kita sempurnakan supaya semuanya menjadi digital dengan baik,” ujarnya.

Pemprov NTB Dorong Pariwisata Terintegrasi

Upaya pengembangan pariwisata di Lombok Timur sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB. Pemprov NTB mendorong pengembangan destinasi melalui perencanaan wilayah yang terintegrasi, mulai dari penataan ruang, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti menekankan pentingnya menyelaraskan pembangunan pariwisata dengan kebijakan penataan ruang dan program lintas sektor.

“Pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan destinasi. Kita juga perlu memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dan menyelaraskan perencanaan pembangunan dengan kebijakan tata ruang,” ujarnya, Senin, 12 Oktober 2026.

Nelly menjelaskan, pengembangan kawasan strategis pariwisata perlu menyesuaikan potensi, karakteristik, dan daya dukung wilayah. Langkah tersebut penting agar pembangunan destinasi berjalan terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“KEK Mandalika menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata yang perlu kita perhatikan. Pengembangannya membutuhkan dukungan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, infrastruktur, penataan ruang, hingga lingkungan,” ujarnya.

Pemprov NTB juga mendorong keterpaduan dokumen perencanaan pembangunan, mulai dari RPJPD, RPJMD, RKPD, Renstra, hingga Renja perangkat daerah. Sinkronisasi tersebut perlu berjalan seiring dengan penganggaran melalui APBD.

Melalui perencanaan yang terintegrasi, pengembangan kawasan pariwisata di NTB diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Artikel Terkait