Unram Siapkan Kartu Akses Kampus dan Perbarui Pedoman Remunerasi
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menyiapkan sistem kartu akses kampus dan memperbarui pedoman remunerasi untuk meningkatkan keamanan serta kinerja sivitas akademika.
Kedua kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat tata kelola kelembagaan, akuntabilitas anggaran, dan produktivitas penelitian.
Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Unram, Prof. Akmaluddin, S.T., M.Sc.(Eng)., Ph.D., menyampaikan rencana tersebut saat memimpin upacara Senin pagi di Lapangan Rektorat Unram, Senin, 5 Oktober 2026.
Dalam amanatnya, Akmaluddin menjelaskan bahwa Unram tengah menjalankan sosialisasi awal penerapan kartu akses. Kampus menargetkan sistem tersebut mulai beroperasi pada awal 2027 setelah melalui tahapan persiapan dan penyesuaian.
Penerapan kartu akses akan melibatkan mitra kerja sama Unram. Nantinya, dosen dan tenaga kependidikan akan memiliki kartu khusus untuk memasuki lingkungan kampus.
Menariknya, kartu tersebut juga memiliki fungsi sebagai electronic money (e-money) sehingga pemegangnya dapat menggunakannya untuk transaksi di luar kampus.
Sistem ini diharapkan meningkatkan keamanan sekaligus memberikan kemudahan bagi sivitas akademika dalam mengakses layanan.
Remunerasi Perhatikan Publikasi Ilmiah
Selain sistem keamanan, Akmaluddin mengingatkan seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya akuntabilitas penggunaan anggaran. Ia menegaskan bahwa setiap pengeluaran dana institusi harus menghasilkan kontribusi nyata bagi Unram.
“Tidak boleh ada satu pun uang dari Universitas Mataram ini yang keluar tanpa berbasis output nyata,” tegasnya.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut juga mencakup kinerja setiap pegawai. Gaji maupun pendapatan lain yang bersumber dari institusi harus sejalan dengan kontribusi terhadap kemajuan kampus.
Pada kesempatan itu, Akmaluddin turut menyampaikan rencana pembaruan pedoman remunerasi tahun 2026. Unram terakhir kali mengubah pedoman tersebut pada 2024. Penyesuaian terbaru akan mengikuti kondisi dan kebutuhan institusi saat ini.
Unram berencana menghapus sejumlah komponen remunerasi yang sudah tidak relevan. Sebaliknya, pedoman baru akan memberi perhatian terhadap capaian publikasi ilmiah, baik jurnal internasional maupun jurnal nasional terindeks SINTA 1 hingga SINTA 6, dengan ketentuan maksimal dua jurnal nasional.
Kebijakan tersebut bertujuan mendorong dosen meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi. Akmaluddin menegaskan, kampus juga menyiapkan dukungan untuk mencapai target tersebut, salah satunya melalui langganan Scopus yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika.
“Harapannya adalah kita semua mampu dan mau menggunakannya dengan maksimal,” ujarnya.
Melalui penerapan kartu akses dan pembaruan remunerasi, Unram mendorong keamanan, akuntabilitas, serta peningkatan kinerja seluruh sivitas akademika. (*)




