Bidik QS World University Rankings, Unram Perluas Kolaborasi Global
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperluas jejaring mitra internasional sebagai strategi meningkatkan reputasi akademik dalam QS World University Rankings (QS WUR).
Upaya ini berfokus pada penguatan kualitas riset, produktivitas publikasi, dan pengakuan komunitas akademik global.
Unram menjalankan langkah tersebut melalui pengarahan pendataan mitra luar negeri sebagai calon responden survei reputasi QS di Hotel Golden Palace, Mataram, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan civitas akademika yang memiliki rekam jejak kerja sama internasional.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., mengatakan reputasi akademik tidak hanya bergantung pada posisi dalam pemeringkatan.
Universitas juga perlu menghasilkan riset berkualitas yang memberikan dampak bagi masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Perjalanan Unram adalah memperkuat dampak di tingkat lokal, memperkuat kontribusi nasional, dan bergerak menuju global recognition,” ujar Rektor.
Salah satu kekuatan Unram terletak pada kualitas publikasi ilmiah. Pemetaan kinerja riset menunjukkan indikator citations per publication dan field-weighted citation impact menempati peringkat kedua nasional.
Meski memiliki capaian tersebut, Unram masih perlu meningkatkan jumlah publikasi dan penulis. Karena itu, universitas mendorong lebih banyak dosen terlibat dalam penelitian serta memperluas produktivitas akademik secara berkelanjutan.
Perkuat Ekosistem Riset dan Kemitraan
Unram turut mengandalkan Pure Unram untuk mengintegrasikan informasi riset, profil peneliti, publikasi, dan jejaring kolaborasi. Sistem ini membantu meningkatkan visibilitas akademik universitas di tingkat internasional.
Saat ini, Unram memiliki sekitar 1.400 dosen. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 dosen telah memiliki identitas Scopus. Kondisi ini menjadi peluang untuk memperluas keterlibatan dosen dalam penelitian dan publikasi ilmiah.
“Melalui kesempatan ini, kita membangun komunikasi dengan mitra internasional. Semuanya harus bermuara pada penguatan ekosistem riset dan keterhubungan dengan komunitas akademik global,” katanya.
Sementara itu, Dr. Andi Chairil Ichsan, S.Hut., M.Si., menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk meningkatkan reputasi akademik Unram.
“Kita ingin mendorong capaian reputasi akademik Unram. Ini menjadi momentum untuk memperkuat kerangka kerja sama internasional yang selama ini sudah kita bangun,” ujarnya.
Menurut Dr. Andi, para peserta memiliki pengalaman kolaborasi internasional yang dapat membantu memperluas jaringan akademik Unram. Universitas juga akan memperkuat sejumlah instrumen riset, seperti top-tier research, research fellowship, dan hibah talenta.
Melalui strategi tersebut, Unram mendorong kemitraan internasional menghasilkan riset bersama, publikasi ilmiah, dan mobilitas akademik. Langkah ini sekaligus mendukung SDG 17 tentang kemitraan serta SDG 9 terkait pengembangan industri, inovasi, dan infrastruktur.
Unram menargetkan penguatan kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kualitas riset sekaligus memperluas pengakuan akademik di tingkat global.
Dengan demikian, QS WUR bukan sekadar target peringkat, melainkan bagian dari upaya membangun kontribusi nyata universitas bagi perkembangan ilmu pengetahuan. (*)




