Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Wilayah Senggigi Hampir 100 Persen
Mataram (NTB Satu) – Libur panjang lebaran 1444 hijriyah/2023 ini menjadi momentum kebangkitan bisnis perhotelan, khususnya di Wilayah Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.
Bagaimana tidak, okupansi atau tingkat hunian hotel di destinasi wisata pionir di Pulau Lombok ini bisa mencapai 95 persen.
Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Murtajaya mengatakan, momentum libur panjang lebaran tahun ini bersamaan dengan pelonggaran Covid-19. Hotel di wilayah Senggigi menjadi hampir penuh 100 persen.
Secara komposisi, okupansi hotel terdiri dari 70 persen wisatawan dari luar NTB, baik domestik dan mancanegara dan 30 persennya adalah tamu-tamu lokal daerah.
“Ekspet (ekspatriat) dari Jakarta, Surabaya yang banyak liburan ke Lombok,” jelasnya.
Libur panjang tahun ini menurutnya cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kunjungan wisatawan setiap libur hari besar keagamaan tumbuh, namun tidak sebaik pertumbuhan kunjungan wisatawan pada libur lebaran ini.
“Saya pikir karena kebijakan pelonggaran Covid ini juga. Sehingga cukup berdampak kepada industri perhotelan di Lombok,” imbuhnya.
General Manager Holiday Resort ini menegaskan juga, meski tingkat kunjungan ke hotel terbilang cukup tinggi. Namun tidak serta merta para pelaku perhotelan melakukan penyesuaian harga.
Kenaikan tarif hotel tergantung kebijakan masing-masing pengelola hotel. Namun sejauh hasil pantauannya, justru perhotelan memberikan harga khusus alias promo pada libur lebaran ini.
“Tidak ada kenaikan signifikan tarif kamar hotel. Kami bahkan masih promo. Masing-masing hotel mengeluarkan promo dengan harga yang masih sangat menarik. Harga sesuai dengan suplay and demand. Kalau harga yang sedang berlangsung masih harga-harga promo murah,” jelas Ketut Murtajaya.(ABG)
Lihat juga:
- Operasi SAR Berakhir Duka, Pemancing Hilang di Sekotong Ditemukan Meninggal
- NTB Bebas Wabah ASF, Masyarakat Diminta Tetap Waspadai Gejala Mirip Influenza
- Birokrasi Kebudayaan: Keserasian Tarikan dan Hembusan dalam Kerangka Ke-NTB an
- Kondisi Terkini Setelah SOTK Baru: Pegawai Nongkrong dan “Nyebat”, Banyak Ruang Kerja Kosong
- Dilema QRIS di Aspal Mataram, Antara Transparansi dan Perlawanan Juru Parkir
- Terpilih Jadi Rektor, Prof. Sukardi Ajak Bersatu Bangun Unram



