Panas Menyengat Tak Surutkan Semangat Volunteer MotoGP Mandalika
Lombok Tengah (NTBSatu) – Terik matahari mewarnai hari pertama MotoGP Mandalika 2026, Jumat, 9 Oktober 2026. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para volunteer yang bertugas menyukseskan ajang balap internasional itu.
Mereka menjalankan tugas masing-masing di tengah cuaca panas. Ada yang membersihkan area sirkuit, melayani pembeli merchandise, hingga mengatur keramaian penonton.
Berdasarkan data cuaca Jumat, suhu udara mencapai 28 derajat Celsius dengan suhu terasa hingga 31 derajat Celsius. Suhu harian diperkirakan berkisar 23- 32 derajat Celsius, dengan kelembapan 55- 93 persen.
Misnawati, salah seorang volunteer cleaning service, mengaku bangga bisa terlibat dalam penyelenggaraan ajang internasional tersebut. Ia bertugas menjaga kebersihan area selama kegiatan berlangsung.
“Kalau untuk panas ya panas sih, sangat-sangat panas. Tapi tetap senang lah ya, karena ini kan event satu kali setahun,” ujarnya kepada NTBSatu di sela- sela kerjanya, Jumat, 9 Oktober 2026.
Misnawati menjelaskan, sistem kerja menggunakan pembagian sif. Sebagian petugas bekerja mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita.
Mereka membersihkan area setiap kali menemukan sampah atau bagian yang kotor. Menurutnya, kebersihan menjadi tanggung jawab penting karena pengunjung dari berbagai negara menyaksikan ajang tersebut.
“Karena ini kan sedunia yang lihat, jadi kita harus memberikan kesan yang terbaik lah,” katanya.
Mengejar Pengalaman, Bukan Sekadar Upah
Di sisi lain, keterlibatan anak muda dalam MotoGP Mandalika juga membuka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan memperluas relasi.
Aira Rakmah, volunteer merchandise di area VIP Deluxe, mengaku menikmati pekerjaannya. Ia bertugas bersama tim yang menangani penjualan merchandise resmi MotoGP.
Menurut Aira, panitia telah memberikan pengarahan dan membagi tugas secara terstruktur. Ada petugas yang menangani kasir, penjualan, logistik, hingga penyimpanan barang.
“Kalau panas atau gerah kalau saya pribadi saya gak pikirin sih, karena yang saya pikirin adalah pengalaman, experience terus relasi,” kata Aira kepada NTBSatu.
Ia menilai keterlibatan dalam ajang internasional menjadi kesempatan untuk bertemu orang dari berbagai negara. Pengalaman tersebut juga memberinya ruang untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum.
“Kenapa enggak kita sebagai anak muda terjun langsung untuk bantu menyukseskan acara MotoGP 2026 ini,” ujarnya.
Sementara itu, Lalu Aditya, volunteer crowd control asal Penujak, Praya Barat, bertugas mengatur keramaian dan membantu penonton mencari tribun sesuai tiket mereka.
Ia juga memberikan informasi kepada pengunjung yang membutuhkan petunjuk selama berada di area sirkuit.
Aditya mengakui pekerjaan luar ruangan membuatnya harus menghadapi panas dan kelelahan. Namun, ia menilai pengalaman dan penghasilan dari kegiatan tersebut cukup berarti.
“Yang namanya kerja ya pasti capek. Kalau ini capek juga, tapi akan sepadan dengan gajinya yang cukup untuk menambah penghasilan,” tuturnya kepada NTBSatu.
Aditya mengatakan para volunteer menerima Rp200 ribu per hari selama tiga hari bertugas. Dengan demikian, mereka berpeluang memperoleh total Rp600 ribu selama kegiatan.
Ia telah mengikuti ajang balap di Mandalika sejak 2022, mulai dari World Superbike (WSBK) hingga MotoGP. Untuk mengikuti kegiatan tahun ini, ia mengambil cuti dari pekerjaannya sebagai staf hotel di Gili. Meski bertugas di luar ruangan, Aditya menyebut panitia menyediakan topi bagi para petugas.
Pengalaman ketiga volunteer tersebut memperlihatkan sisi lain penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Di balik kemeriahan balapan, para pekerja lapangan ikut menjaga kebersihan, pelayanan, dan kenyamanan penonton di tengah tantangan cuaca.
Namun, semangat mereka tetap perlu ditopang pengaturan kerja dan perlindungan yang memadai. Terlebih, sebagian petugas menjalani sif panjang dan bekerja langsung di bawah terik matahari. (*)




