Kekeringan Meluas, Pemkab Lobar Gelar Salat Istisqa
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) menggelar Salat Istisqa di tengah kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah.
Salat Istisqa berlangsung di Alun-alun Giri Menang Park, Rabu, 7 Oktober 2026. Pemkab menggelar salat tersebut sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan.
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha alias UNA mengatakan, salat istisqa menjadi bentuk kesadaran manusia atas keterbatasannya. Menurutnya, kekeringan mendorong masyarakat memperbanyak istigfar dan memohon pertolongan Allah SWT.
“Ini merupakan bentuk kesadaran kita sebagai manusia bahwa kita tidak memiliki kuasa,” ujar UNA dalam keterangan resminya, Rabu, 7 Oktober 2026.
UNA juga mengatakan, masyarakat perlu mengakui kesalahan dan memperbanyak istigfar dalam menghadapi kondisi tersebut. Ia berharap hujan segera turun dan mengakhiri kekeringan di Lombok Barat.
“Mudah-mudahan Allah SWT segera menurunkan hujan di Lombok Barat,” katanya.
Ia juga berharap, hujan dapat menghidupkan kembali sumber air yang mengalami kekeringan. Menurutnya, hujan yang turun juga harus membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, UNA berharap hujan tidak memicu bencana bagi masyarakat Lombok Barat.
“Semoga hujan yang turun menjadi tanda keberkahan dari Allah SWT,” ucapnya.
Gempa Ikut Warnai Kekhawatiran Warga
Kegiatan tersebut berlangsung setelah masyarakat merasakan gempa menjelang Subuh. Gempa tersebut membuat warga Lombok Barat kembali menghadapi kekhawatiran lain. UNA kemudian memasukkan keselamatan masyarakat dalam doa bersama tersebut.
“Kita juga menjelang Subuh dikagetkan dengan gempa yang cukup besar,” tuturnya.
Ia berharap, masyarakat mendapat perlindungan dari berbagai ancaman bencana. UNA juga meminta masyarakat tetap menjaga kebersamaan menghadapi kondisi tersebut.
Pemkab Lobar menegaskan penanganan kekeringan tidak berhenti pada pendekatan spiritual. Pemerintah juga tetap melakukan langkah penanganan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Langkah tersebut penting karena sebagian wilayah masih menghadapi keterbatasan sumber air. Nurul mengatakan pemerintah tetap berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi.
Karena itu, salat istisqa menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kekeringan. Pemerintah tetap perlu memastikan distribusi air berjalan selama kondisi kering berlangsung.
Pendekatan spiritual dan penanganan lapangan berjalan beriringan dalam menghadapi kekeringan. (*)




