Hampir 100 Persen Tenaga Kerja MotoGP Mandalika 2026 Lokal, Lombok Tengah Terbanyak
Mataram (NTBSatu) – Ajang MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober mendatang turut membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Operasional ITDC sekaligus Chairman MotoGP Mandalika, Troy Reza Warokka menyebut, hampir 100 persen tenaga kerja berasal dari lokal. Menurutnya, MotoGP Mandalika menyerap banyak tenaga kerja lokal.
“Semua tenaga kerja yang masuk itu, yang volunteer itu, hampir 100 persen dari lokal,” kata Troy, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurutnya, tenaga kerja lokal tersebut berasal dari berbagai daerah di NTB. Namun, Lombok Tengah menjadi daerah dengan jumlah tenaga kerja paling dominan.
“Lombok Tengah yang paling dominasi. Setelah itu terbagi dengan yang lain, bahkan sampai Sumbawa,” ujarnya.
Pelatihan Jadi Bekal Jangka Panjang
Troy menilai pelatihan tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi tenaga kerja lokal. Menurutnya, keterampilan itu tetap bermanfaat setelah gelaran MotoGP berakhir.
“Training ini diberikan untuk mempersiapkan setelah MotoGP ini bisa berguna untuk event-event lain,” katanya.
Troy berharap pelatihan tersebut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di NTB. Tenaga kerja lokal dapat memanfaatkan pengalaman itu untuk mendukung industri pariwisata Mandalika.
“Jadi artinya secara peningkatan kekuatan sumber daya manusia semakin banyak,” ujarnya.
Selanjutnya, Troy menyebut manfaat pelatihan tidak berhenti pada gelaran MotoGP. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal tenaga kerja lokal untuk menghadapi berbagai acara lainnya.
“Tidak hanya dengan MotoGP, tapi after MotoGP,” katanya.
Namun, Troy juga memastikan manfaat tenaga kerja juga menjangkau daerah lain. Sumbawa dan Bima termasuk daerah yang ikut memasok tenaga kerja dalam penyelenggaraan MotoGP.
“Jadi artinya Sumbawa pun, Bima pun dapat,” kata Troy.
Ia menilai, pemerataan tersebut penting agar manfaat event tidak terkonsentrasi di sekitar kawasan sirkuit. Semakin luas tenaga kerja yang terlibat, semakin luas pula pengalaman yang masyarakat NTB peroleh.
MotoGP Buka Ruang Talenta Lokal
Langkah tersebut sejalan dengan dorongan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Iqbal sebelumnya meminta penyelenggaraan MotoGP memperbesar ruang bagi talenta lokal.
MotoGP membutuhkan sekitar 400 marshal dan 2.500 volunteer. Jumlah pendaftar volunteer bahkan telah menembus lebih dari 4.000 orang. Bagi Iqbal, keterlibatan tersebut menjadi ruang transfer pengetahuan bagi generasi muda NTB.
“Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” kata Iqbal dalam rilis resminya beberapa waktu lalu.
Dengan hampir seluruh tenaga kerja berasal dari NTB, ruang transfer tersebut semakin terbuka. Kini tantangannya memastikan pengalaman dari Mandalika tidak berhenti di lintasan MotoGP.
“Semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin besar pula modal NTB untuk membangun sumber daya manusia yang mampu menangani berbagai event berskala nasional maupun global,” pungkas Gubernur dengan visi NTB Makmur Mendunia tersebut. (*)




