Mantan Pimpinan Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual
Mataram (NTBSatu) – Mantan Pimpinan Ponpes Abul Barokat Wannafahat Bunkate, Lombok Tengah M. Imanuddin Sumar menjadi tersangka kasus dugaan kekerasan seksual.
Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi membenarkan penetapan tersangka tersebut. “Iya, hari ini mantan pimpinan ponpes jadi tersangka,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 6 Oktober 2026.
M. Imanuddin Sumar hingga berita ini terbit masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Sat Reskrim Polresta Lombok Tengah sebagai tersangka. “Untuk penahanan dan pasal yang disangkakan, nanti kami informasikan lebih lanjut. Karena ini pemeriksaan masih berjalan,” terangnya.
Brata sebelumnya menyebut, proses penanganan perkara tersebut naik ke tahap penyidikan sejak 25 September 2026 lalu.
Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polresta Lombok Tengah sejauh ini telah memeriksa belasan saksi. Para saksi itu dari kalangan alumni santriwati Ponpes Abul Barokat Wannafahat yang pernah menjadi korban Imanuddin Sumar.
“Termasuk terlapor, istri, dan sopirnya, sudah kami lakukan pemeriksaan,” ucap Lalu Brata.
Selain itu, kepolisian juga telah memeriksa ahli psikologi. Pemeriksaan itu mengetahui kondisi psikis korban maupun terlapor.
Polisi sejauh ini juga telah memintai keterangan ahli pidana.
Kasus ini berdasarkan laporan pada 2025 lalu. Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi mengatakan, jumlah korban yang sudah melapor sebanyak 17 orang. Beberapa di antaranya sudah memberikan keterangan di hadapan penyidik kepolisian.
Selain kepada Imanuddin, Joko berencana akan melaporkan terduga pelaku lain inisial M. Ia merupakan ustaz Ponpes Abul Barokat Wannafahat Bunkate sekaligus sopir Imanuddin.
“Jadi, ada dugaan pencabulan terhadap empat santriwati,” ujarnya, Rabu, 30 September 2026.
Joko menyebut, M melancarkan aksinya dengan modus melatih bela diri. Di mana ketika mengajarkan santriwati, ia sengaja menyentuh bagian sensitif korban. “Jadi, selain korban tuan guru, ada juga yang jadi korban M,” beber Joko. (07)




