Gelaran Barampok Maras Taliwang Dongkrak Pendapatan Pedagang UMKM
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Gelaran Lomba Adat Barampok Maras di Alun-alun Kota Taliwang mendongkrak omzet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Minggu, 4 Oktober 2026. Antusiasme ribuan warga yang memadati arena bela diri khas Suku Samawa ini mendorong perputaran ekonomi lokal.
Para pedagang di kawasan alun-alun mengantongi lonjakan pendapatan kotor hingga mencapai Rp3 juta sampai Rp5 juta selama kegiatan berlangsung. Padahal, penjualan pada hari biasa hanya berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per hari.
Salah seorang pelaku UMKM pedagang makanan ringan, Tamrin, menceritakan lonjakan pembeli yang mendatangi lapaknya usai pertandingan. Ia mengaku bersyukur karena seluruh barang dagangannya hampir habis terjual.
“Awalnya saya pikir bakal sepi karena orang-orang fokus nonton, tetapi pas istirahat banyak yang beli minum dan makanan ringan,” ujar Tamrin, Minggu, 4 Oktober 2026.
Sebab, cuaca terik di lokasi membuat pengunjung berburu air mineral, minuman dingin, dan aneka jajanan usai menyaksikan pertandingan. Warga lokal, Rian, mengungkapkan rasa senangnya bisa menyaksikan kembali tradisi bertarung khas Sumbawa secara terbuka.
“Jarang-jarang sekarang bisa lihat barampok seperti ini lagi karena terbuka untuk umum dan ramai sekali penontonnya,” ungkap Rian.
Sasar Keamanan dan Semangat Sportivitas
Oleh sebab itu, petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP menyiagakan personel guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman. Bahkan, tim medis dan armada pemadam kebakaran turut bersiaga untuk mengantisipasi kondisi darurat selama atraksi Barampok Maras berlangsung.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., mengingatkan seluruh peserta dan penonton agar tetap menjaga persaudaraan di tengah adu ketangkasan. Pimpinan daerah menekankan bahwa esensi utama tradisi ini memuat nilai persatuan serta sportivitas tinggi.
“Boleh udara hari ini panas, tetapi kepala tetap dingin,” ucap Bupati Amar.
Selanjutnya, kegiatan yang merangkaikan peringatan HUT TNI dan HUT KSB ini menunjukkan keberhasilan tradisi dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Atraksi bela diri tradisional sanggup menciptakan ruang kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Akibatnya, ajang tahunan ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya mampu menghadirkan berkah ekonomi bagi para pedagang kecil. Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, bersama jajaran Forkopimda turut memeriahkan acara melalui tradisi ngumang bersama.
Meskipun demikian, panitia dan aparat pengaman tetap mengawal ketat jalannya pertandingan hingga selesai. Bupati Amar kembali menegaskan agar seluruh peserta menjunjung tinggi nilai persaudaraan usai keluar dari arena.
“Siapa pun yang turun ke arena harus tetap menjunjung persaudaraan dan pulang dengan hati yang gembira,” pungkas Bupati Amar. (*)




