PemerintahanSumbawa Barat

Taliwang Sabet Juara Umum MTQ XXII, Brang Ene Siap Jadi Tuan Rumah 2027

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Kecamatan Taliwang menyabet gelar Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-22 Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat di Kecamatan Seteluk, Jumat malam, 2 Oktober 2026. Taliwang mengunci posisi puncak setelah mengumpulkan total akumulasi nilai tertinggi sebanyak 169 poin.

Adapun Kecamatan Sekongkang menyusul di posisi kedua dengan 151 poin, lalu Jereweh meraih 134 poin. Selanjutnya, Brang Rea mengantongi 114 poin, Poto Tano 111 poin, Brang Ene 105 poin, Seteluk 92 poin, serta Maluk 73 poin.

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., mengapresiasi seluruh kafilah yang menunjukkan kemampuan terbaik di arena lomba. Sebaliknya, pimpinan daerah ini mendorong peningkatan kualitas para juara melalui pembinaan intensif.

IKLAN

“Capaian ini menjadi bagian dari proses untuk terus mengasah kemampuan, meningkatkan pemahaman, dan memantapkan penguasaan bidang masing-masing,” ujar Bupati Amar, Jumat, 2 Oktober 2026. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat memproyeksikan para pemenang untuk mewakili daerah ke ajang yang lebih tinggi. Bupati menekankan pentingnya peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam mematangkan persiapan peserta.

Sasar Pembinaan Berkelanjutan 

Oleh sebab itu, LPTQ KSB harus mengawal pembinaan talenta muda secara terpadu dan berkelanjutan. Bahkan, daerah menargetkan para juara lokal ini sanggup mengukir prestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.

IKLAN

“Pembinaan secara berkelanjutan dan terpadu akan meningkatkan kemampuan peserta sekaligus mempersiapkan mereka menuju MTQ tingkat provinsi hingga nasional,” lanjut Bupati.

Selanjutnya, Pemkab KSB resmi menunjuk Kecamatan Brang Ene sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ Ke-23 pada tahun 2027 mendatang. Keputusan ini mendorong jajaran pemerintah kecamatan calon tuan rumah untuk merancang persiapan lebih awal.

“Calon tuan rumah harus mempersiapkan pelaksanaan sejak dini dengan mengambil pembelajaran terbaik dari tahun ini,” pesan Bupati Amar kepada camat dan tokoh masyarakat Brang Ene.

Akibatnya, penutupan ajang syiar Islam ini menjadi momentum penting dalam melahirkan generasi Qurani berprestasi di Tanah Pariri Lema Bariri. Kegiatan tahunan ini sekaligus mengusung misi transformasi kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat.

Meskipun demikian, Bupati Amar mengingatkan para peserta yang belum menang agar tidak berkecil hati. Seluruh jajaran Forkopimda dan pimpinan daerah turut menyerahkan piala serta hadiah langsung kepada para pemenang.

“Jadikan momentum ini untuk terus belajar dan memperkuat siar Al-Qur’an di tengah masyarakat,” pungkas Bupati Amar. (*)

Artikel Terkait