Lombok TimurPariwisata

Lapak Bersekat di Labuhan Haji Mulai Ditertibkan

Lombok Timur (NTBSatu) – Satpol PP bersama Dinas Pariwisata Lombok Timur menata puluhan lapak bersekat di kawasan Pantai Labuhan Haji, Rabu 30 September 2026.

Penertiban menyasar lapak yang menggunakan sekat atau penutup pada bagian tertentu.

Bentuk lapak seperti itu membuat sejumlah ruang menjadi tersembunyi dan menyulitkan petugas mengawasi aktivitas pengunjung.

IKLAN

Kasatpol PP Lombok Timur, Salmun Rahman mengatakan, pemerintah menerima banyak keluhan masyarakat terkait kondisi kawasan Labuhan Haji.

Warga menyampaikan, keluhan melalui media sosial maupun secara langsung kepada pemerintah.

“Mereka mengeluh, karena merasa tidak aman dan tidak nyaman dengan kondisi yang ada,” ujarnya, Rabu, 30 September 2026.

IKLAN

Salmun mengatakan, sejumlah titik di kawasan pantai terlihat kumuh. Pemilik lapak juga membuat beberapa bagian tertutup sehingga orang dapat melakukan berbagai aktivitas tanpa mudah terlihat.

Ia menyebut, aparat kepolisian beberapa kali menemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban pada malam hari.

Kondisi tersebut membuat pemerintah bersama kepolisian mengambil langkah penataan.

“Hari ini kami menata bilik-bilik. Tidak boleh tertutup supaya kita mudah mengawasi aktivitas yang dilakukan,” ujarnya.

Salmun meminta pemilik lapak membuka bagian yang membuat tempat usaha mereka tertutup.

Pemerintah berharap, pemilik lapak membongkar sendiri bagian tersebut sehingga petugas tidak perlu mengambil tindakan lebih jauh.

“Yang kita harapkan adalah kesadaran mereka. Kalau saling terbuka dan tidak tersembunyi, kita juga lebih mudah mengawasi,” katanya.

Pedagang Diminta Tetap Tertib

Menurut Salmun, pemerintah tidak ingin penataan mengganggu mata pencaharian warga.

Pedagang tetap dapat menjalankan usaha, selama mereka menjaga ketertiban dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Kita tidak mematikan usahanya. Justru kita berharap tumbuh usahanya. Tapi berdaganglah dengan baik,” ujarnya.

Ia mempersilakan pedagang menjual kopi, teh, jajanan, dan makanan lainnya. Salmun meminta pedagang menghindari barang dagangan yang dapat memicu gangguan keamanan, termasuk minuman keras yang melanggar aturan.

Dalam penataan itu, sejumlah pemilik lapak memilih membongkar sendiri bagian bangunannya.

Sebagian lainnya, meminta bantuan petugas untuk membongkar bagian yang membuat lapak tertutup.

Salmun mengatakan, pemerintah sebelumnya juga beberapa kali melakukan penataan di kawasan tersebut.

Namun, sebagian warga kembali membangun lapak dengan bentuk yang serupa setelah petugas meninggalkan lokasi.

Karena itu, ia meminta pemerintah desa dan masyarakat ikut menjaga hasil penataan.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan penertiban untuk menjaga kawasan Labuhan Haji tetap tertib.

“Kita tidak bosan-bosannya memberikan kesadaran kepada masyarakat. Prinsipnya bagaimana kawasan Labuhan Haji ini menjadi kawasan yang nyaman, aman, dan tertib,” katanya.

Salmun juga melihat kebutuhan pengelola khusus untuk kawasan Labuhan Haji. Kawasan tersebut ramai pengunjung sejak pagi hingga malam sehingga membutuhkan pihak yang rutin menjaga kebersihan, ketertiban, dan aktivitas usaha.

Ia berharap, pemerintah dapat menata kawasan Labuhan Haji secara lebih menyeluruh pada masa mendatang.

Pemerintah, kata dia, sebaiknya menyiapkan bangunan usaha yang layak sehingga warga tidak membangun lapak secara sendiri-sendiri.

“Lebih baik pemerintah yang membangun bangunan-bangunan itu. Jangan biarkan masyarakat membangun sendiri,” katanya.

Salmun menegaskan, penataan lapak bersekat hanya menjadi langkah awal. Satpol PP bersama kepolisian akan terus memantau kawasan tersebut untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung. (*)

Artikel Terkait