Tiga Besar Calon Sekda Lobar Diumumkan, Fauzan Digadang Jadi Kandidat Terkuat
Lombok Barat (NTBSatu) – Tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) 2026 kini masuk tahap penentuan akhir. Panitia Seleksi (Pansel) menetapkan tiga nama melalui pengumuman tertanggal 29 September 2026.
Ketiganya yakni Arief Suryawirawan, Damayanti Widyaningrum, dan Fauzan Husniadi. Mereka selanjutnya akan mengikuti wawancara bersama Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Lombok Barat.
Di tengah proses tersebut, Fauzan Husniadi yang saat ini tengah menjabat sebagai Asisten Daerah III Sekretariat Daerah Lobar masuk sebagai kandidat potensial.
Ketua Komisi I DPRD Lobar, Hendra Harianto menilai, Fauzan memiliki pengalaman yang cocok dengan posisi Sekda. “Kalau secara kapabilitas ya pasti mengerucutnya ke Pak Fauzan Husniadi,” kata Hendra kepada NTBSatu, Rabu, 30 September 2026.
Hendra menyebut, Fauzan memiliki pengalaman bekerja dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pengalaman tersebut membuat Fauzan cukup sering berhadapan dengan pembahasan anggaran daerah.
“Karena saya pernah di Banggar dan merasakan gimana bekerja sama Pak Fauzan itu,” ujar legislator dari PKB tersebut.
Namun, proses seleksi belum menetapkan Fauzan sebagai Sekda definitif. Pansel baru menetapkan tiga nama untuk mengikuti tahapan berikutnya. Karena itu, pengalaman Fauzan menjadi salah satu aspek yang mencuat dalam pembicaraan DPRD.
Ketua DPRD Lirik Fauzan
Sementara itu, Ketua DPRD Lobar, Lalu Ivan Indaryadi, meminta proses tetap mengacu kepada Panitia Seleksi (Pansel). Namun, Ivan menyebut ia mengetahui satu nama dari tiga kandidat yang masuk.
“Saya yang saya tahu hanya Pak Fauzan. Intinya itu kita kembalikan kepada tim,” kata Ivan, Selasa, 29 September 2026, kemarin.
Ivan juga menilai, Sekda membutuhkan kemampuan memahami tata kelola pemerintahan. Ia juga menyoroti kemampuan komunikasi antara eksekutif dan legislatif.
“Intinya kalau kita ya bekerja sesuai dengan aturan, harus profesional,” ujarnya.
Menurut Ivan, Sekda memiliki posisi penting dalam menjaga hubungan kedua lembaga tersebut. Sebagai pejabat pimpinan daerah, ia menyebut Sekda adalah Panglima.
“Sekda itu adalah panglima kepala daerah, yang bisa harmonisasi legislatif dan eksekutif lah,” katanya.
UNA Tak Mau Intervensi Tiga Nama
Lebih lanjut, Wakil Bupati Lobar, Nurul Adha atau UNA mengatakan, ia hanya menerima hasil Pansel. Ia menegaskan, tidak akan mengintervensi penetapan tiga nama tersebut.
“Tiga nama nanti pasti berhadapan dengan saya, saya tidak intervensi tiga nama ya, saya menerima dari tim Pansel saja,” kata UNA, Selasa, 29 September 2026.
UNA menyebut, kompetensi menjadi salah satu kriteria yang akan diperhatikan. Ia juga menyoroti kemampuan komunikasi dan membangun harmonisasi.
“Intinya kriteria yang pas adalah pertama secara kompetensinya baik, kemudian kemampuan komunikasi, mengharmonisasikan semua karena Lombok Barat ini rumah besar milik kita bersama,” ujarnya.
Menurut UNA, Sekda juga harus mampu membangun hubungan kerja yang saling mengingatkan. Terutama untuk tidak berbuat di luar aturan dan norma sebagai pimpinan daerah.
“Intinya yang bisa sama-sama saling menjaga, bisa menjaga saya, bisa saling memperingati untuk tidak berbuat salah,” tutup UNA. (*)




