AdvertorialKota Mataram

Wali Kota Cup III dan Upaya Mencetak Talenta Muda Sepak Bola Lombok

Mataram (NTBSatu) – Wali Kota Cup III bukan hanya turnamen untuk memperebutkan trofi. Kompetisi sepak bola antarklub se-Pulau Lombok ini menjadi ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan.

Turnamen tersebut berpusat pada Lapangan Selagalas, Kelurahan Selagalas. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menutup gelaran itu pada Sabtu, 26 September 2026.

Ribuan pecinta sepak bola hadir menyaksikan partai final. Prestige FC asal Lombok Tengah bertemu Bintang Kemanuk FC asal Lombok Barat. Mohan menyaksikan pertandingan dari tribun utama. Ia mengikuti jalannya laga hingga akhir.

IKLAN

Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal. Kedua tim saling menyerang. Pertahanan masing-masing klub tampil disiplin. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Juara kemudian ditentukan melalui adu penalti.

Prestige FC tampil lebih efektif pada babak tersebut. Mereka menang 4-2 atas Bintang Kemanuk FC. Gelar juara Wali Kota Cup III pun menjadi milik Prestige FC.

Wadah Pembinaan Atlet Muda

Namun, persaingan meraih trofi bukan satu-satunya tujuan turnamen. Wali Kota Cup juga diarahkan sebagai wadah pembinaan pemain muda.

IKLAN

Mohan mengatakan, kompetisi seperti ini penting bagi perkembangan sepak bola lokal. “Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakatnya. Mereka perlu tempat untuk berlatih, bertanding, dan menunjukkan kemampuan,” tuturnya.

Menurut Mohan, kompetisi yang berlangsung secara rutin dapat memberi pengalaman kepada pemain. Atmosfer pertandingan juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

“Talenta muda tidak cukup hanya berlatih. Mereka juga harus mendapatkan pengalaman bertanding. Karena itu, kompetisi seperti Wali Kota Cup perlu terus kami dukung,” ucapnya.

Wali Kota Cup telah memasuki penyelenggaraan ketiga. Konsistensi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ruang kompetisi bagi klub dan pemain muda.

Selain pembinaan, turnamen ini mempertemukan klub dari berbagai wilayah Lombok. Pertemuan tersebut membuka ruang silaturahmi antarpemain dan penggiat sepak bola.

Mohan berharap kegiatan olahraga semacam ini terus berkembang. Menurut dia, pembinaan harus berjalan secara berkelanjutan.

“Harapan kami, dari kompetisi seperti ini muncul pemain-pemain yang mampu berkembang lebih jauh. Pemerintah tentu ingin terus memberi dukungan sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.

Rangkaian Wali Kota Cup III berlangsung tertib hingga partai final. Dukungan panitia dan antusiasme penonton turut menjaga atmosfer pertandingan.

Prestige FC akhirnya membawa pulang trofi. Sementara bagi penyelenggara, Wali Kota Cup III menjadi bagian dari proses panjang membangun ekosistem sepak bola dan memberi ruang tumbuh bagi talenta muda Lombok. (*)

Artikel Terkait