Sarpras Terbatas, Pemkab Sumbawa dan Pemprov NTB Turun Tangan Bantu SDN Karya Baru
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus memperkuat sinergi untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Komitmen tersebut terlihat saat Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, mengunjungi SDN Karya Baru, Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu, Kamis, 24 September 2026.
Dalam kunjungan itu, Ansori menyerahkan bantuan pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah serta bantuan mebeler bagi siswa. Ia mengambil langkah tersebut setelah meninjau langsung kondisi fasilitas belajar yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Ansori menemukan sejumlah bangku belajar dalam kondisi rusak. Selain itu, sekolah tersebut juga masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Kami melihat langsung bangku-bangku untuk anak-anak kita sudah rusak dan sarana prasarananya kurang memadai. Oleh karena itu, kami turun langsung menyerahkan bantuan ini sebagai bentuk komitmen nyata Pemkab Sumbawa terhadap pendidikan,” ujarnya.
Menurut Ansori, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses pendidikan yang layak bagi seluruh siswa. Termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil. Karena itu, Pemkab Sumbawa memprioritaskan perbaikan fasilitas pendidikan agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman.
Perkuat Sinergi
Dalam kesempatan tersebut, Ansori juga menyampaikan pesan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal terkait penguatan sektor pendidikan di daerah 3T. Gubernur NTB meminta pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil sekolah sebelum menentukan bentuk dukungan yang dibutuhkan.
Ansori menjelaskan, langkah tersebut bertujuan agar pemerintah dapat menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan setiap sekolah.
“Pak Gubernur menitipkan salam sekaligus berpesan agar kami segera turun ke lapangan, melihat kondisi secara langsung, untuk kemudian kita intervensi bersama. Beliau menyampaikan bahwa Pemprov NTB juga akan membantu pengadaan mebeler untuk SDN Karya Baru,” katanya.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di wilayah terpencil. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pemerintah dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan sekolah yang selama ini masih terbatas.
Selain memperkuat infrastruktur pendidikan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan layanan pendidikan. Karena itu, sektor pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Sumbawa dan Provinsi NTB.
Wujudkan Generasi Emas 2045
Ansori menegaskan, seluruh program pendidikan yang dijalankan pemerintah mengarah pada satu tujuan besar, yakni menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia berharap siswa SDN Karya Baru dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kita dorong agar anak-anak dari Karya Baru ini bisa menerima pembelajaran dengan baik dan terus melanjutkan pendidikan. Mudah-mudahan nanti mereka menjadi bagian dari Generasi Emas 2045. Ini adalah harapan kita bersama,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, Ansori juga mengajak kepala sekolah dan para guru untuk terus mendampingi siswa dengan penuh dedikasi. Ia meminta tenaga pendidik aktif memantau kondisi anak-anak usia sekolah di lingkungan sekitar.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa terkecuali. Karena itu, ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk turut mencegah angka putus sekolah.
“Kami mohon kepada Bapak Kepala Sekolah dan Ibu-ibu guru, tolong dampingi anak-anak di sini dengan penuh dedikasi. Dorong mereka, dan jika ada anak-anak di Karya Baru ini yang belum bersekolah, tolong diajak untuk sekolah. Mohon kerja samanya, karena anak-anak ini adalah murni harapan masa depan kita,” katanya.
Melalui kolaborasi yang terus berjalan, Pemkab Sumbawa dan Pemprov NTB berharap seluruh sekolah di daerah 3T dapat memperoleh fasilitas yang lebih baik. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi anak-anak di wilayah terpencil untuk meraih cita-cita dan berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. (*)




