Pemerintahan

Sambut MotoGP Mandalika, Pemprov NTB Kebut Masterplan Rekonstruksi Desa Adat Sade

Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB mengebut penyusunan naskah masterplan atau rencana induk rekonstruksi Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Pemprov memprioritaskan penataan desa adat Sasak tersebut untuk menyambut gelaran balap internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan menyampaikan, tim akademisi Universitas Mataram tengah memfinalisasi rancangan masterplan penataan kawasan tersebut. Targetnya rampung dalam satu bulan.

“Pembangunan rumah adat tentu berbeda dengan rumah biasa karena harus memperhatikan aspek tradisi dan ritus lokal. Kami menghidupkan ekosistemnya. Mulai dari seni pertunjukan, ritual adat, hingga roda ekonomi berbasis kebudayaan setempat,” ujar Ihwan, Kamis, 24 September 2026.

IKLAN

Ihwan menambahkan, penataan kawasan berkonsep kolaboratif ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Unram. Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perumahan Rakyat.

Pihaknya menjadwalkan pengerjaan fisik secara multisektor mulai November hingga Januari mendatang. Cakupan pengerjaannya meliputi perbaikan sanitasi, penyediaan sarana air bersih, fasilitas mitigasi kebakaran, hingga penataan ruang kebudayaan.

Terkait inisiatif warga yang mulai memasang atap ilalang secara mandiri, Ihwan memastikan tim tidak akan membongkar material tersebut. Masyarakat setempat memasang atap rumbia untuk melindungi struktur bangunan dari guyuran hujan tanpa merusak fondasi asli rumah adat Sasak.

IKLAN

Sajikan Tarian Perang Nusantara

Selain membenahi fisik Desa Sade, Ihwan juga menyiapkan pertunjukan seni budaya kolosal bertajuk Tarian Perang Nusantara untuk menyemarakkan gelaran MotoGP Mandalika.

Atraksi seni ini melibatkan sekitar 80 penari dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan sanggar seni di NTB yang saat ini rutin berlatih di Taman Budaya NTB. Pertunjukan tersebut menggabungkan unsur budaya lokal NTB dengan ragam etnis Nusantara, seperti Papua, NTT, Jawa, dan Bali.

Ihwan bersama Tim berencana menampilkan atraksi budaya ini di sejumlah titik strategis, meliputi Bandara Internasional Lombok, Taman Sangkareang Mataram, dan kawasan Sirkuit Mandalika.

“MotoGP Mandalika bukan hanya milik NTB, melainkan panggung bagi seluruh masyarakat Indonesia dan dunia. Melalui kolaborasi seni ini, kami ingin menunjukkan kekayaan budaya Nusantara kepada para tamu internasional,” kata Ihwan. (Japriani)

Artikel Terkait