Izin Kawasan Hutan Tuntas, Jarot Pastikan Jalan dan Listrik Segera Masuk Batu Rotok
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot., M.P memastikan pembangunan akses jalan dan jaringan listrik menuju sejumlah desa di wilayah selatan Sumbawa segera berjalan.
Pemerintah telah menyelesaikan izin penggunaan kawasan hutan yang selama ini menghambat pelaksanaan program tersebut.
Jarot menyampaikan hal itu saat memimpin rapat koordinasi percepatan dukungan akses jalan untuk Program Listrik Desa (Lisdes) APBN 2026 di Kantor Bupati Sumbawa, Rabu, 23 September 2026.
Menurut Jarot, penyelesaian izin kawasan hutan membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur. Selain mempercepat pengerjaan jalan, izin tersebut juga memudahkan PLN mengangkut material dan tiang listrik menuju wilayah yang belum menikmati layanan listrik.
“Alhamdulillah, salah satu kendala terbesar sudah tuntas. Dengan adanya izin kawasan untuk jalan ini, PLN masuk jadi lebih mudah,” ujar Jarot.
Selanjutnya, Jarot meminta seluruh pihak mempercepat pengerjaan akses jalan sebelum musim hujan tiba. Ia juga mendorong penambahan alat berat agar pekerjaan berjalan lebih cepat.
Menurutnya, ruas Batu Rotok–Bao Desa perlu menjadi prioritas karena kondisi medannya lebih mudah dibandingkan beberapa titik lainnya.
Jarot menginginkan tim menyelesaikan ruas tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, tim dapat melanjutkan pekerjaan menuju wilayah dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, termasuk jalur menuju Tangkam Pulit.
“Kita harus memanfaatkan waktu yang tersedia sebelum musim hujan. Karena itu, pengerjaan jalan perlu kita percepat dengan dukungan alat berat yang memadai,” katanya.
Enam Wilayah Masuk Prioritas Lisdes
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya mengatakan Program Listrik Desa akan menjangkau enam wilayah prioritas di Kabupaten Sumbawa.
Enam wilayah tersebut meliputi Tangkam Pulit, Bao Desa, Tepal, Batu Rotok, Bakti Jaya, dan Dusun Matemega di Desa Marente.
Menurut Suharmaji, pemerintah daerah saat ini fokus menyiapkan akses jalan agar PLN dapat mengangkut material pembangunan jaringan listrik ke lokasi program.
“Pemda membantu kesiapan akses jalan untuk mobilisasi hampir 70 tiang listrik dengan panjang sekitar 12 meter dan berat mencapai satu ton per tiang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Sumbawa dan PLN terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat pelaksanaan Program Listrik Desa.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap masyarakat di wilayah yang belum menikmati layanan listrik dapat segera memperoleh akses kelistrikan. Pemerintah juga berharap program tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah terpencil. (*)




