Lombok TimurPemerintahan

Pemkab Lombok Timur Kejar PAD Rp600 Miliar dari Pariwisata

Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur membidik Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp600 miliar dengan mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan, termasuk sektor pariwisata.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengatakan, sektor pariwisata masih memiliki ruang untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Pemkab Lombok Timur kini fokus membenahi penerimaan dari usaha yang berkaitan dengan aktivitas wisata, terutama hotel dan restoran.

IKLAN

Haerul mengakui, penerimaan dari sektor pariwisata Lombok Timur masih kalah dibandingkan daerah yang memiliki lebih banyak fasilitas jasa.

“Kita memang tidak bisa mengalahkan dari sisi PAD, khususnya dari wisata. Kota Jambi punya fasilitas perhotelan, restoran, dan segala macam yang berlipat-lipat jumlahnya dibanding kita,” kata Haerul, Selasa, 22 September 2026.

Haerul menjelaskan, Lombok Timur saat ini memiliki sekitar 1.500 kamar hotel. Sementara Kota Jambi memiliki lebih dari 4.000 kamar.

IKLAN

Perbedaan jumlah kamar tersebut turut memengaruhi potensi penerimaan pajak dari sektor perhotelan.

Meski memiliki keterbatasan fasilitas, Haerul mengatakan Lombok Timur tetap mengejar target PAD sekitar Rp600 miliar.

“Walaupun fasilitas kita masih terbatas, kita tetap mengejar target PAD sekitar Rp600 miliar,” terangnya.

Optimalisasi Basis Pendapatan Daerah

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan sumber penerimaan yang sudah ada sekaligus memperluas basis pendapatan daerah.

Salah satu fokusnya yakni meningkatkan penarikan pajak makan-minum dan pajak penginapan.

Pemkab Lombok Timur juga mendorong digitalisasi pembayaran dan pelaporan pajak agar aktivitas usaha tercatat dengan lebih baik.

“Terutama penarikan pajak, pajak makan-minum, pajak penginapan, dan sebagainya. Yang lokal-lokal masih kita sempurnakan supaya semuanya menjadi digital dengan baik,” ujarnya.

Selain membenahi sistem perpajakan, Pemkab Lombok Timur mendorong penambahan fasilitas akomodasi di wilayah selatan.

Kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena dekat dengan Bandara Internasional Lombok dan kawasan Mandalika yang menjadi lokasi gelaran MotoGP.

Haerul menyebut, sejumlah investor telah menyiapkan rencana pembangunan fasilitas penginapan baru, di antaranya Primavista dan La Marina.

Penambahan akomodasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka ruang peningkatan penerimaan daerah.

“Kita sudah berupaya bagaimana mencukupkan fasilitas yang tentunya berdekatan dengan wilayah kegiatan MotoGP,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait