Tujuh Peserta Lolos Administrasi Sekda Lobar, Satu dari Lombok Tengah
Lombok Barat (NTBSatu) – Tujuh peserta lolos seleksi administrasi dan rekam jejak calon Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Lombok Barat 2026. Satu dari tujuh peserta berasal dari luar Lombok Barat.
Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan hasil tersebut melalui Pengumuman Nomor 9/PANSEL-JPTP/IX/2026. Pengumuman itu terbit pada Senin, 21 September 2026.
Enam peserta yang lolos berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat. Mereka terdiri dari kepala dinas, staf ahli, asisten, hingga direktur rumah sakit.
Peserta pertama ialah Arief Suryawirawan, Kepala Dinas Sosial Lombok Barat. Kemudian, ada Damayanti Widyaningrum, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Nama berikutnya ialah Fauzan Husniadi yang menjabat Asisten Administrasi Umum. Mahnan yang juga merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Selanjutnya terdapat Mohamad Hendrayadi yang menjabat Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat. Terakhir ialah Suriyadi, Direktur RSUD Patut Patuh Patju.
Sementara itu, satu peserta berasal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, yakni Sapri, yang saat ini menjabat sebagai Guru Ahli Madya.
Seleksi Kembali Berjalan
Hasil administrasi ini menjadi babak baru dalam proses seleksi Sekda definitif Lombok Barat. Sebelumnya, Pemkab Lobar sempat membatalkan proses seleksi terbuka Sekda pada Agustus 2026.
Ketua Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekda Lobar, Prof. H. Agusdin, SE.,MBA., DBA., menjelaskan peserta telah melewati pemeriksaan administrasi dan rekam jejak.
“Tujuh peserta telah lolos seleksi administrasi dan rekam jejak,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin, 21 September 2026.
Pansel kemudian menjadwalkan technical meeting, pra-assessment, dan penulisan makalah pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senggigi Kantor Bupati Lobar. “Besok Selasa Technical meeting dan pra assessment dulu,” ujarnya.
Selanjutnya, peserta mengikuti assessment berupa CAT dan diskusi kelompok pada Rabu, 23 September 2026. Pansel kemudian menggelar assessment wawancara pada Kamis, 24 September 2026. Tahapan tersebut berlangsung di Aula Narmada Kantor Bupati Lobar.
Tahap terakhir berupa presentasi dan wawancara pada Jumat, 25 September 2026. Pansel menjadwalkan tahapan tersebut di Ruang Rapat Suranadi Kantor Bupati Lobar.
“Jadi akan ada empat tahapan dalam Minggu ini,” jelasnya.
Pansel Tegaskan Seleksi dengan Integritas
Pansel juga menegaskan seluruh proses seleksi tidak memungut biaya. Peserta tidak dikenakan biaya atau pungutan dalam bentuk apa pun.
“Tidak ada pungutan atau biaya apapun, sesuai kredibilitas,” ujar Agusdin yang juga merupakan akademisi Unram tersebut.
Panitia juga meminta peserta aktif memantau informasi terbaru selama proses seleksi. Informasi resmi tersedia melalui portal ASN Karier Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan situs Pemkab Lombok Barat.
Pansel menyatakan, kelalaian peserta dalam mengakses informasi menjadi tanggung jawab masing-masing peserta. Keputusan Pansel dalam proses seleksi juga dinyatakan mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
“Keputusan Pansel bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tutupnya. (*)




