Sumbawa

Hadiri Deklarasi dan Pengukuhan PERPUKADESI, Bupati Jarot Soroti Kepemimpinan Adaptif Daerah

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. Syarafuddin Jarot menegaskan, pentingnya penguatan tata kelola daerah yang adaptif dan berkelanjutan, dalam forum nasional Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (PERPUKADESI) periode 2026–2031, Senin, 4 Mei 2026.

Kehadiran Bupati Sumbawa dalam forum yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, menjadi sinyal kuat komitmen daerah dalam memperkuat sinergi pembangunan antara pusat dan daerah.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan sarasehan nasional bertema penguatan tata kelola dan kepemimpinan daerah itu dihadiri sejumlah tokoh nasional, purnabakti kepala daerah, serta pejabat aktif dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bupati Jarot menilai, forum tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan ruang strategis untuk bertukar gagasan dan pengalaman dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Forum seperti ini penting untuk memperkaya perspektif kepemimpinan daerah, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menekankan pembangunan daerah ke depan tidak bisa lagi berjalan dengan pendekatan konvensional, melainkan harus mengedepankan inovasi dan keberlanjutan.

“Kita dituntut menghadirkan kebijakan yang tidak hanya responsif, tetapi juga berorientasi jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi lintas daerah dan sinergi dengan pemerintah pusat menjadi faktor kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif.

“Tidak ada daerah yang bisa maju sendiri. Kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan yang merata,” jelasnya.

Selain memperkuat sinergi, keikutsertaan dalam forum ini juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama antardaerah.

“Ini menjadi momentum bagi kami untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, dan menyerap ide-ide strategis dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Bupati Jarot juga menyoroti, pentingnya kepemimpinan daerah yang adaptif dalam merespons dinamika global dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Pemimpin daerah harus adaptif, mampu membaca perubahan, dan cepat mengambil langkah yang tepat,” jelasnya.

Kehadiran sejumlah kepala daerah, termasuk dari wilayah Nusa Tenggara Barat, turut memperkuat semangat kolaborasi regional dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“Semangat kebersamaan antar daerah harus terus dijaga agar pembangunan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Partisipasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam forum nasional ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi daerah dalam jejaring nasional, tetapi juga membawa pulang gagasan konkret untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih inovatif dan berkelanjutan di daerah. (Marwah)

Artikel Terkait

Back to top button