Mataram (NTB Satu) – Merespons dinamika politik saat ini, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Mataram menggagas Sekolah Politik Kebangsaan. Sebab, sebagai kaum muda, bukan trennya lagi apatis terhadap politik. Sebaliknya, pemuda harus ikut berperan menentukan arah politik daerah maupun nasional.
Dinamika politik mulai menghangat, meski pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di tingkat pusat maupun daerah masih dua tahun
”Isu-isu koalisi sudah mulai terbangun. Untuk level daerah di NTB, beberapa nama juga muncul sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur,” kata Iskandar
Sekolah Politik Kebangsaan ini, disebutnya sebagai bentuk keseriusan Pemuda Muhammadiyah untuk mengedukasi generasi milenial dan generasi Z, agar sadar politik. Sekaligus memetakan kesiapan Angkatan Muda Muhammadiyah untuk ikut bertarung pada gelanggang politik di 2024 nanti.
Kata Iskandar, isu primordial dan keagamaan kerap mengiringi pesta politik pada kancah nasional maupun daerah. Sehingga diperlukan edukasi yang terstruktur dan berkesinambungan, agar anak-anak muda tidak mengikuti arus negatif dalam pertarungan politik.
”Kami mencoba memberi kesadaran, agar melihat politik itu sebagai ruang pertarungan ide dan gagasan yang pro terhadap kepentingan masyarakat,” tegas Iskandar.
Iskandar menilai pentingnya pelibatan seluruh eksponen pemuda dalam pendidikan politik. Agar tumbuh kesadaran dan pemahaman sejak dini, yang objektif dalam menerjemahkan perbedaan untuk setiap pilihan politik. Sebab, dalam politik perbedaan harus dikelola secara positif sebagai bagian dari upaya membangun bangsa dan daerah.
”Kami dari kaum muda, di NTB sepakat untuk bersama-sama terlibat secara aktif mengontrol proses politik. Sekaligus menolak keras politik identitas dan SARA,” katanya.
Senada dengan Iskandar, Ketua Panitia Sekolah Politik Kebangsaan Sarif Hidayat mengatakan, kegiatan ini merupakan ikhtiar akademik, yang menjadi perhatian utama dari Pemuda Muhammadiyah dalam menjaga eksistensinya di arena politik kebangsaan.
”Pemuda ini sentral dari suksesi politik untuk melahirkan politisi yang pro rakyat,” kata Sarif.
Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, mengapresiasi apa yang dilakukan PDPM Kota Mataram untuk Sekolah Politik Kebangsaan. Ia bahkan berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan untuk memberikan pencerahan bagi generasi muda.
”Jangan berhenti, karena sangat bermanfaat bagi anak-anak muda yang ingin terjun ke dunia politik,” kata Bang Zul, sapaannya.
Secara khusus, Gubernur hadir dan berdiskusi langsung dengan peserta Sekolah Politik Kebangsaan, pada Minggu malam (2/10). Dalam paparannya, Bang Zul juga menyinggung soal beasiswa NTB. Sebagai medium bagi talenta-talenta muda asal NTB, untuk bisa meningkatkan kapasitas diri pada berbagai sektor, termasuk politik.
Menurutnya, relasi pertemanan menjadi salah satu peran penting untuk menjadi tokoh politik yang hebat. Melalui Beasiswa NTB, hal ini dapat terwujud. ”Sekolah di luar negeri akan mendapatkan pola pertemanan yang baru dan lebih berwarna, Ini penting dalam modal berpolitik. Saya berharap 15 hingga 20 mendatang masyarakat NTB dapat menjadi tokoh politik yang hebat serta masyarakatnya tersebar di seluruh dunia,” tandasnya. (r)