PolitikSumbawa

Komisi IV DPRD Bedah Penanganan Banjir Sumbawa, Pertanyakan Anggaran dan Distribusi Bantuan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Penanganan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa menjadi perhatian serius DPRD. Komisi IV memanggil sejumlah instansi terkait dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), menyoroti kesiapsiagaan pemerintah hingga distribusi bantuan bagi warga terdampak.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir menegaskan, penanganan bencana banjir tidak bisa lagi secara reaktif. Melainkan, harus berbasis kesiapan dan mitigasi jangka panjang.

“Kami ingin memastikan penanganan banjir ini tidak sekadar tanggap darurat. Tetapi juga, ada langkah konkret ke depan agar dampaknya bisa ditekan,” tegasnya, Kamis, 30 April 2026.

Komisi IV DPRD Sumbawa juga menyoroti persoalan klasik yang terus berulang, yakni keterlambatan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak. “Distribusi bantuan harus cepat dan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat terdampak justru menunggu terlalu lama,” ujarnya.

Selain itu, aspek anggaran juga menjadi perhatian penting dalam rapat tersebut, terutama terkait kecukupan dana penanggulangan bencana. “Ketersediaan anggaran harus jelas. Jangan sampai ketika bencana terjadi, kita justru gagap karena persoalan teknis,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat menjelaskan, pihaknya telah melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga dan penyaluran bantuan logistik di sejumlah titik terdampak. “Kami terus berkoordinasi lintas sektor, untuk memastikan penanganan berjalan maksimal dalam tahap darurat maupun pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa menyebut, pihaknya telah menyalurkan bantuan dasar bagi korban banjir, meski masih terdapat kendala distribusi di beberapa wilayah. “Kami berupaya memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan bantuan, meskipun kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Sumbawa menambahkan, pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi bencana yang kian sering terjadi. “Penanganan bencana tidak bisa parsial. Semua pihak harus bergerak cepat, terkoordinasi dan saling mendukung,” tegas Takdir.

DPRD berharap, lahir langkah konkret untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Sumbawa. Mulai dari kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga mitigasi jangka panjang. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button