Budidaya Mutiara Masih Mendominasi di NTB
Mataram (NTBSatu) – Budidaya mutiara masih menjadi sektor unggulan dalam industri perikanan budidaya di NTB. Hingga kini, komoditas tersebut dinilai tetap mendominasi dibandingkan subsektor budidaya lainnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim menyampaikan, fokus utama pengembangan budidaya di NTB saat ini bertumpu pada produksi benih. Terutama, benih siput mutiara dan ikan air tawar.
“Kedua komoditas tersebut memiliki potensi ekonomi yang tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan,” kata Muslim, kemarin. Di sisi lain, ujarnya, sektor budidaya mutiara masih menjadi primadona bagi investor.
Hingga kini, terdapat sekitar 20 hingga 25 perusahaan mutiara yang masih aktif beroperasi di NTB. Namun, ia tidak membeberkan berapa hasil produksi perusahaan tersebut setiap tahunnya.
Meski beberapa perusahaan sempat berhenti beroperasi, pertumbuhan investasi baru tetap menunjukkan tren positif dengan hadirnya pelaku usaha baru di sektor tersebut. “Sebagian memang ada yang tutup, namun ada pula perusahaan baru yang terus berkembang,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov NTB), terus mendorong penguatan sektor budidaya perikanan melalui penerapan pola pengelolaan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Skema ini lebih fleksibel serta mampu meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset daerah,” katanya.
Saat ini, Pemprov NTB tercatat memiliki sekitar 330 kolam budidaya yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan pola BLUD, ia berharap, pengelolaan kolam lebih optimal, baik dari sisi pelayanan publik maupun pengembangan usaha.
Melalui pendekatan ini, layanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat, sementara unit pelaksana teknis (UPT) didorong menjadi lebih kompetitif dalam mengelola usaha budidaya. Selain itu, ruang pengembangan bisnis juga menjadi lebih terbuka.
“Dengan pola BLUD, layanan publik dapat berjalan lebih cepat, pengembangan usaha menjadi lebih leluasa, dan unit pelaksana teknis menjadi lebih kompetitif,” tutupnya. (*)



