Ekonomi Bisnis

Cegah ‘’Panic Buying’’, Pemerintah Diminta Transparan Terkait Stok Bahan Pokok

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah daerah perlu lebih aktif menenangkan pasar, di tengah isu kenaikan harga sejumlah bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kepanikan masyarakat yang berpotensi memperparah lonjakan harga bahan pokok. 

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram (Unram), Dr. Muhammad Firmansyah, M.Si., SE., menilai, salah satu penyebab kenaikan harga tidak hanya berasal dari keterbatasan pasokan maupun faktor global. Tetapi juga, ekspektasi masyarakat terhadap lonjakan harga di masa mendatang. 

Menurutnya, ketika masyarakat menerima informasi terkait konflik global. Turunnya kurs rupiah, maupun isu kenaikan harga pokok secara nasional. Kondisi tersebut dapat memicu kekhawatiran berlebih. 

Akibatnya, sebagian masyarakat memilih membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Karena khawatir harga akan semakin mahal atau stok barang habis di pasaran. 

“Pemerintah secara berkala di media, membuat pengumuman besar-besaran. Misalnya dalam tiga bulan apakah stok aman? Itu sangat penting sekali untuk memberi ketenangan pasar,” ungkapnya kepada NTBSatu, Selasa, 28 April 2026.

Ia menjelaskan, panic buying atau belanja berlebihan dapat menyebabkan distribusi menjadi tidak seimbang. Produk yang seharusnya dibeli secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan. Justru habis dalam waktu yang singkat akibat pembelian yang berlebihan. 

Firmansyah menilai, kondisi tersebut berpotensi memperburuk situasi. Karena pedagang ataupun distributor bisa merespons dengan menaikkan harga akibat tingginya permintaan pasar. Maka dari itu, informasi terkait kesediaan bahan pokok harus pemerintah daerah sampaikan secara terbuka dan berkala. 

Perkuat Rantai Distribusi

Selain menjaga komunikasi publik, Firmansyah juga meminta pemerintah untuk dapat memperkuat pengawasan terhadap rantai distribusi. Guna memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun spekulasi harga oleh pelaku tertentu. 

Menurutnya, kombinasi antara keterbukaan informasi, pengawasan distribusi, serta jaminan pasokan menjadi langkah penting untuk dapat menjaga stabilitas pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

Ia menambahkan, pemerintah harus mampu memastikan masyarakat tetap tenang dalam berbelanja dan membeli kebutuhan sesuai dengan kebutuhan. 

Dengan begitu, lonjakan harga bahan pokok dapat ditekan dan stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, dapat terjaga di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. (Arum)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button