Kota Mataram Jajaki Kerja Sama Strategis dengan New Orleans, Fokus Penanggulangan Bencana dan Ekosistem Inovasi
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota Mataram melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), tengah menjajaki peluang kerja sama internasional dengan New Orleans, Amerika Serikat.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk membawa Kota Mataram menuju panggung dunia, melalui pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Khususnya, di bidang manajemen bencana dan ekosistem inovasi.
Kepala Brida Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa mengungkapkan, kunjungan perwakilan dari New Orleans yang diwakili oleh Vice President dari The Beach at UNO (University of New Orleans), merupakan momentum besar bagi Mataram untuk belajar dari kesuksesan kota tersebut.
Menurut Nyoman, pemilihan New Orleans sebagai mitra penjajakan bukan tanpa alasan. Kedua kota memiliki tantangan geografis yang serupa, terutama terkait dengan ancaman bencana alam.
“New Orleans dan Mataram ini memiliki banyak kesamaan. Terkait dengan bagaimana menghadapi, tadi beliau bilang, Badai Katrina yang tiap tahun menghantam New Orleans. Kota Mataram juga mengalami hal yang sama, ada banjir rob dan sebagainya yang harus dihadapi. Konsep-konsep bagaimana menanggulangi itu, kita bisa belajar dari sana,” ujar Nyoman, Selasa, 28 April 2026.
Selain fokus pada kebencanaan, kerja sama ini juga diarahkan pada pengembangan ekosistem inovasi. Baik di lingkungan masyarakat maupun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penjajakan Mataram sebagai Kota Maju
Nyoman menyoroti, kawasan The Beach at UNO sebagai model riset dan teknologi yang sangat maju. Ia menekankan, pentingnya bagi Mataram untuk memiliki standar global jika ingin benar-benar maju.
“Jangan ngomong NTB Mendunia kalau Mataram belum mendunia. Karena Mataram ini kan prototype, ibu kota provinsi. Jadi, ini bagian dari penjajakan kita untuk lebih (maju),” tegasnya.
Salah satu poin menarik dari penjajakan ini adalah adanya potensi dukungan pendanaan penuh dari pihak mitra, untuk berbagai kegiatan kolaboratif di masa depan. Di New Orleans, universitas yang menjalankan peran Brida dengan memberikan dimensi berbeda dalam pengelolaan riset dan teknologi.
Nyoman berharap, kehadiran pihak New Orleans di Mataram menjadi pintu pembuka bagi kemajuan kota di berbagai sektor. Termasuk, penanganan sampah dan penataan kawasan pesisir.
“Kita bisa mengambil semacam success story dari bagaimana New Orleans menangani persoalan perkotaannya. Termasuk penanganan sampah, penanggulangan bencana, abrasi, dan penataan kawasan permukiman. Ini harus kita manfaatkan,” tambah Nyoman.
Mencegah “Brain Drain” Melalui Kewirausahaan
Sementara itu, Vice President of The beach UNO, Safin Khan menjelaskan, New Orleans memiliki latar belakang cerita yang mirip dengan banyak kota berkembang. Di mana banyak mahasiswa berbakat sering kali meninggalkan kota asal untuk mencari peluang di kota besar, seperti New York atau California.
Untuk mengatasi fenomena tersebut, New Orleans fokus menciptakan peluang kewirausahaan lokal. “Kami telah menjalankan proyek-proyek untuk membantu menjaga mereka tetap di lokal. Kami menciptakan peluang kewirausahaan, di mana mahasiswa dan anak muda dapat menciptakan inovasi dan membangun bisnis mereka sendiri,” ujar Safin Khan.
Strategi ini terbukti sukses dengan munculnya beberapa perusahaan baru, yang kini mampu mempekerjakan 40 hingga 50 karyawan dan merekrut industri baru ke dalam komunitas mereka.
Ia pun melihat potensi besar populasi Kota Mataram, yang memiliki 452 ribu jiwa dengan komposisi pemuda usia 17-35 tahun mencapai lebih dari 145 ribu jiwa orang. Atau 28 persen dari total populasi.
“Iya, generasi muda yang produktif akan mendukung pembangunan kota berkelanjutan,” tutupnya. (*)



