Kawasan Wisata Tibu Ijo Lombok Barat Ditutup Total Usai Telan Korban Jiwa
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, memastikan akan memperketat pengamanan di kawasan wisata Tibu Ijo menyusul insiden yang kembali menelan korban meninggal dalam seminggu ini. Langkah ini untuk mencegah kejadian serupa terulang, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Camat Gunungsari, Zulkifli menegaskan, sebenarnya kawasan Tibu Ijo sudah lama ditutup untuk umum. Penutupan itu merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat keamanan setelah beberapa kali terjadi insiden serupa.
“Untuk di Tibu Ijo itu terlarang untuk dikunjungi, sudah kita tutup. Dan itu sudah kita pasang plang di beberapa tempat,” tegasnya, Jumat, 10 April 2026.
Ia menjelaskan, larangan tersebut bahkan telah terpasang dari jalur awal masuk hingga titik utama menuju lokasi. Masyarakat sekitar juga telah pemerintah daerah libatkan untuk ikut mengawasi dan mengingatkan pengunjung yang mencoba masuk.
“Sejak pintu masuk jembatan itu sudah ada larangan. Masyarakat juga sudah tahu, sehingga siapa pun yang masuk akan ditanyakan,” ujarnya.
Namun demikian, masih ada sejumlah pengunjung yang nekat mengabaikan peringatan. Bahkan dalam kasus terbaru, ia menyebut, korban tetap memaksa masuk meski telah warga peringatkan.
“Sudah diingatkan, bahkan oleh masyarakat dan Pak RT. Tetapi tetap memaksa dengan alasan hanya sebentar ke kebun. Alhasil apa yang kita rasakan sekarang,” ungkapnya.
Selain faktor kelalaian, kondisi alam juga menjadi ancaman serius di kawasan tersebut. Zulkifli menyebut, tanda-tanda potensi bahaya sebenarnya cukup jelas, seperti munculnya awan gelap di puncak gunung yang menjadi indikasi hujan deras dan potensi banjir.
“Masyarakat di sana sudah maklum, kalau ada awan hitam di puncak gunung itu orang tidak boleh mandi. Itu tanda akan ada hujan besar dan potensi banjir,” jelasnya.
Perketat Pengamanan
Sebagai langkah lanjutan, pihak kecamatan bersama pemerintah desa dan kepolisian akan memperkuat pengawasan serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. “Kita akan perkuat lagi dengan imbauan, kerja sama masyarakat, benar-benar untuk menyampaikan bahwa kita menutup,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menata potensi wisata secara lebih terstruktur, khususnya di kawasan lain seperti sekitar Bendungan Meninting. Pengunjung nantinya wajib melalui jalur resmi dan menggunakan pemandu dengan peralatan keselamatan lengkap.
“Kita sudah punya tim pemandu, lengkap dengan alat-alat safety. Jadi jangan nekat sendiri, pakailah pemandu,” katanya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga keindahan alam yang ada tidak lagi menjadi ancaman, melainkan dapat dinikmati dengan aman dan bertanggung jawab. (Zani)



