Sumbawa

Nilai Adipura Sumbawa Terpuruk, Wabup Ansori Turun Tangan Bersihkan TPS Liar

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, bergerak cepat menindak persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan. Aksi gotong royong berlangsung di Taman Utan dan kolong jembatan baru, lokasi yang selama ini penuh tumpukan sampah dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP.

Anjloknya nilai Adipura Kabupaten Sumbawa ke angka 28,50 mendorong Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori turun langsung memimpin pembersihan TPS liar di Kecamatan Utan, sebagai langkah cepat memperbaiki kondisi lingkungan yang masuk kategori zona hitam.

IKLAN

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kolong jembatan adalah ruang publik, bukan tempat pembuangan sampah,” ungkap Wabup Ansori, Senin, 6 April 2026.

Di titik tersebut, petugas menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, limbah rumah tangga, hingga material organik yang menimbulkan bau menyengat. Bahkan, endapan sampah yang cukup tebal sempat menghambat aliran sungai dan berpotensi memicu banjir serta pencemaran lingkungan.

“Ini darurat sampah. Penanganannya harus cepat, terukur, dan tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses pembersihan, Wakil Bupati Sumbawa langsung menginstruksikan DLH menurunkan alat berat. Ia menekankan, seluruh sampah pembuangannya harus ke tempat resmi.

“Pastikan sampah ini diangkut ke TPS resmi, jangan hanya dipindahkan ke lokasi lain,” tambahnya.

Perketat Pengawasan Pembuangan Sampah Sembarangan

Selain penanganan teknis di lapangan, pemerintah daerah juga memperketat pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah sembarangan. Wabup Ansori meminta Satpol PP menindak tegas setiap pelanggaran sesuai aturan yang berlaku.

“Kami tidak akan mentolerir lagi perilaku buang sampah sembarangan. Harus ada efek jera,” tegasnya.

Meski demikian, Wabup Ansori menekankan keberhasilan penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat. “Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujarnya mengingatkan.

Ia juga menyoroti pentingnya peran camat dan kepala desa sebagai ujung tombak pengawasan di wilayah masing-masing, terutama dalam mencegah munculnya TPS liar baru. “Camat dan kepala desa harus menjadi garda terdepan. Jangan biarkan TPS liar terus bermunculan,” katanya.

Aksi gotong royong tersebut berhasil mengangkut sejumlah besar sampah dari lokasi. Ke depan, pemerintah memastikan kegiatan serupa akan berlangsung secara rutin melalui program “Jumat Bersih” di titik-titik rawan.

“Ini bukan aksi sesaat. Kami akan lakukan secara berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan meningkatkan nilai Adipura ke depan,” tutupnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button