10 Wilayah Masuk Status Siaga dan Waspada Tsunami Usai Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Bitung
Mataram (NTBSatu) – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Bitung dan sekitarnya pada Kamis pagi, 2 April 2026, memicu penetapan status siaga dan waspada tsunami pada sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Guncangan kuat tersebut langsung mendapat respons cepat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui peringatan dini kepada masyarakat pesisir.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan, gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB. Titik gempa berada pada koordinat 1,25 derajat lintang Utara dan 126,27 derajat bujur Timur.
“Berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 kilometer,” ujar Faisal, mengutip Kompas.com pada Kamis, 2 April 2026.
Daftar Wilayah Status Siaga dan Waspada Tsunami
BMKG menetapkan status siaga tsunami untuk Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian Selatan, Minahasa Selatan bagian Selatan, serta Minahasa Utara bagian Selatan.
Selain itu, BMKG juga menetapkan status waspada tsunami untuk Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, serta Bolaang Mongondow bagian Selatan.
Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa termasuk kategori dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi. Mekanisme pergerakan naik atau thrust fault memicu energi besar yang menyebabkan guncangan kuat dan berpotensi menimbulkan tsunami.
Pemantauan muka air laut memperlihatkan kenaikan gelombang pada sejumlah titik. Halmahera Barat mencatat tinggi gelombang sekitar 0,30 meter pada pukul 06.08 WIB. Selain itu, Bitung mencatat sekitar 0,20 meter pada pukul 06.15 WIB. Sidangoli mencatat 0,35 meter, Minahasa Utara mencapai 0,75 meter, serta Belang mencapai 0,68 meter setelah gempa utama.
BMKG juga mencatat, 11 gempa susulan terjadi dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5. Kondisi ini menunjukkan aktivitas tektonik masih berlangsung sehingga kewaspadaan perlu terus meningkat.
Wilayah yang Merasakan Gempa
Getaran gempa terasa luas dengan variasi intensitas pada sejumlah daerah. Ternate mencatat intensitas V-VI MMI sehingga seluruh warga merasakan guncangan kuat. Wilayah Ibu mencatat intensitas V MMI, sementara Manado berada pada kisaran IV-V MMI.
Selain itu, Gorontalo, Bone Bolango, serta Gorontalo Utara mencatat intensitas III MMI. Kabupaten Boalemo dan Pohuwato mencatat intensitas II-III MMI yang terasa lebih ringan namun tetap memicu kekhawatiran warga.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir agar menjauhi pantai serta mengikuti arahan resmi pemerintah. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan hingga situasi benar-benar aman. (*)


