Ekonomi Bisnis

Bahlil Jawab Isu Harga BBM Nonsubsidi Naik 10 Persen Mulai 1 April 2026

Jakarta (NTBSatu) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia merespons dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Ia juga angkat bicara, perihal isu harga BBM nonsubsidi naik 10 persen per 1 April 2026.

“Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022, itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ujar Bahlil di sela-sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto kunjungan kerja di Jepang, dalam video YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 30 Maret 2026.

IKLAN

Ia menegaskan, mekanisme penentuan harga BBM nonsubsidi sepenuhnya mengikuti harga pasar. Bahlil menjelaskan, dalam Peraturan Menteri ESDM terdapat dua skema formula BBM, yakni untuk sektor industri (nonsubsidi) dan nonindustri (subsidi).

Untuk BBM nonsubsidi, kenaikan maupun penurunan harga tidak memerlukan pengumuman pemerintah karena mengikuti dinamika pasar.

“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampu. Selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar monggo, tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka dan tidak ada tanggungan negara sama sekali,” terang Bahlil.

Fokus Jaga Stabilitas Harga BBM Subsidi

Sebaliknya, untuk BBM subsidi, setiap perubahan harga harus pemerintah umumkan karena berkaitan dengan alokasi anggaran negara. Saat ini, harga BBM subsidi masih dipertahankan, yakni Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Sebagai informasi, badan usaha milik negara di sektor minyak dan gas, Pertamina memproduksi berbagai jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51).

Bahlil menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan. Ia menyebut, keputusan terkait kebijakan subsidi akan Presiden tentukan langsung.

“Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat,” kata Bahlil. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button