BREAKING NEWSLombok Tengah

Kebakaran Landa Ponpes Safinatunnajah Pengadang Lombok Tengah, 150 Santri Kehilangan Tempat Tinggal

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kebakaran hebat terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatunnajah NW Repok Oat, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin siang, 23 Maret 2026.

Kebakaran diduga dipicu oleh kegagalan sistem kelistrikan, hingga menghanguskan sedikitnya 16 kamar asrama dan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah.

IKLAN

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin mengungkapkan penyebab kejadian

“Api muncul secara tiba-tiba dari dalam salah satu kamar asrama saat aktivitas pesantren sedang berlangsung, yang kemudian dengan cepat merembet ke bagian bangunan lainnya,” ungkapnya kepada NTBSatu, Senin, 23 Maret 2026.

IKLAN

Kejadian bermula saat seorang santri melihat kobaran api yang berasal dari instalasi listrik, yang berada di plafon salah satu kamar.

IKLAN

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah, H. Supardan, S.Sos., M.Si., mengungkapkan, petugas langsung menuju lokasi setelah mendapatkan informasi kebakaran.

“Kami menerima laporan darurat tepat tengah hari dan segera menginstruksikan Regu 2 Pos Praya untuk meluncur ke lokasi guna melakukan penanganan cepat,” katanya kepada NTBSatu, Senin, 23 Maret 2026.

Supardan menjelaskan jika laporan kebakaran masuk pada pukul 12.30 Wita, saat aktivitas di lingkungan Ponpes sedang berlangsung. Lokasi yang berada di kawasan padat penduduk, membuat tim pemadam langsung memobilisasi peralatan.

Setelah tiba di lokasi kejadian, api terlihat sudah menyebar ke area atap bangunan asrama. Sebanyak 150 santri dilaporkan terdampak akibat rusaknya fasilitas tempat tinggal mereka.

Selanjutnya, operasi pemadaman dilakukan secara taktis, dengan satu armada dari Pos Praya dan diperkuat lagi oleh suplai air dari armada Pos Mujur dan Pos Jonggat.

Keputusan ini diambil agar api bisa segera dilokalisasi dan tidak merambat ke bangunan madrasah dan asrama putra lainnya, karena lokasi yang berdekatan.

“Kami berupaya memutus jalur api di titik-titik krusial bangunan agar asrama di sebelahnya tetap aman,” tambahnya.

Kerugian Ditaksir Mencapai Rp150 Juta

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung kurang lebih satu jam. Sekaligus memastikan tidak ada api tersembunyi yang bisa menyebabkan kebakaran susulan.

Dari laporan hasil pendataan sementara, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp150 juta. Selain bangunan, perlengkapan pribadi santri juga tidak bisa diselamatkan.

Dari kejadian tersebut, tidak ditemukan korban jiwa. Namun, dampak kebakaran mengakibatkan kerusakan fisik bangunan Ponpes yang cukup parah.

Tim pemadam baru memastikan situasi benar-benar aman pada pukul 13.45 Wita. Koordinasi juga terus dilakukan dengan BPBD dan instansi terkait untuk penanganan pascabencana.

Terakhir, Dinas Damkartan Lombok Tengah mengimbau agar masyarakat lebih memperketat pengawasan pada standarisasi instalasi listrik untuk mencegah kejadian serupa. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button