Lombok Barat

Lebaran Topat 2026 Lombok Barat Dipusatkan di Senggigi

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, akan memusatkan pelaksanaan tradisi Lebaran Topat 2026 di kawasan Amphitheater Senggigi.

Penggunaan lokasi ini untuk menghadirkan suasana yang lebih representatif. Sekaligus memperkuat daya tarik wisata, tanpa menghilangkan nilai tradisi yang telah masyarakat wariskan turun-temurun.

IKLAN

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan, pelaksanaan Lebaran Topat di lokasi tersebut tidak mengubah pakem. Termasuk, rangkaian prosesi adat dalam tradisi Lebaran Topat.

Menurutnya, prosesi tetap dari kantor pemerintahan dengan iring-iringan menggunakan cidomo menuju Makam Batu Layar untuk melaksanakan ziarah. Sebelum, rangkaian kegiatan dilanjutkan di kawasan Senggigi.

IKLAN

“Pakemnya tetap sama. Prosesi dimulai dari kantor camat, naik cidomo menuju makam Batu Layar untuk ziarah. Itu tetap kita jalankan sebagai bagian dari tradisi,” ujarnya kepada NTBSatu beberapa waktu yang lalu.

IKLAN

Lebaran Topat sendiri merupakan tradisi masyarakat Lombok, yang berlangsung pada 8 Syawal setelah perayaan Idulfitri. Tradisi ini identik dengan kegiatan ziarah makam ulama, doa bersama, hingga kegiatan rekreasi masyarakat di kawasan pantai.

Bupati LAZ menambahkan, pemindahan lokasi kegiatan ke Senggigi merupakan upaya menghadirkan suasana baru. Agar, perayaan Lebaran Topat semakin meriah dan dapat menarik lebih banyak pengunjung.

“Ini bukan berarti meninggalkan tradisi lama. Hanya saja sesekali kita mencoba tempat yang lebih representatif agar suasananya lebih ramai dan lebih tertata,” katanya.

Rangkaian Acara Lebaran Topat

Ia juga menegaskan, masyarakat tetap menjadi bagian utama dari perayaan tersebut. Bahkan tanpa agenda resmi dari pemerintah daerah, kawasan pantai di Lombok Barat dipastikan tetap ramai oleh masyarakat yang merayakan Lebaran Topat.

“Namanya Lebaran Topat, tanpa acara dari pemerintah pun masyarakat pasti tetap datang ke pantai. Tradisi ini sudah melekat di masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian Lebaran Topat tahun ini juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya. Mulai dari zikir bersama hingga pawai gunungan ketupat yang melibatkan berbagai daerah di NTB.

Pemkab Lombok Barat berharap, perayaan Lebaran Topat tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya. Tetapi juga, mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat

Event budaya seperti ini harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Baik dari sisi kunjungan wisatawan, sektor UMKM, hingga lama tinggal wisatawan di Lombok Barat,” katanya.

Dengan konsep yang lebih terbuka dan lokasi yang strategis di kawasan wisata Senggigi, harapannya Lebaran Topat 2026 momentum untuk memperkuat identitas budaya. Sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Lombok Barat. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button