Unram Jajaki Kolaborasi Riset Terumbu Karang Bersama Tara Ocean Foundation dan Kedutaan Prancis
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) membuka peluang kerja sama internasional dalam bidang riset kelautan bersama Tara Ocean Foundation dan French Embassy for Indonesia.
Pertemuan berlangsung Kamis, 19 Februari 2026 di ruang sidang Rektor Unram, membahas penelitian terumbu karang dan penguatan kolaborasi ilmiah global.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram, Prof. Akmaluddin, S.T., M.Sc.(Eng.), Ph.D., menerima langsung kunjungan Ms. Aliénor Bourdais selaku Operations Manager Tara Foundation serta Ms. Yasmeen Dridi dari Kedutaan Prancis di Jakarta.
Pertemuan tersebut menyoroti peluang keterlibatan Unram dalam ekspedisi ilmiah yang berfokus pada ketahanan terumbu karang di kawasan Coral Triangle.
Prof. Akmaluddin menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta menyambut baik rencana kolaborasi riset kelautan yang melibatkan berbagai institusi internasional.
“Merupakan kehormatan bagi kami menyambut kehadiran Ms. Aliénor Bourdais dan Ms. Yasmeen Dridi. Kami sangat antusias dengan diskusi kita pada hari ini, sebuah misi ilmiah yang berfokus pada ketahanan terumbu karang di kawasan Coral Triangle. Di tengah penurunan ekosistem terumbu karang global, riset yang menyoroti mengapa sebagian terumbu tetap stabil menjadi sangat penting untuk merumuskan strategi konservasi yang efektif,” ujarnya.
Ekspedisi Tara Coral Libatkan Peneliti Dunia
Dalam kesempatan tersebut, Ms. Aliénor Bourdais memaparkan ekspedisi ilmiah bertajuk Tara Coral Expedition. Program penelitian ini memanfaatkan kapal riset schooner Tara untuk meneliti faktor ketahanan terumbu karang di kawasan Coral Triangle.
“Ketika terumbu karang di berbagai belahan dunia mengalami degradasi, terumbu di Coral Triangle menunjukkan ketahanan yang relatif stabil. Ekspedisi yang dirancang bersama institusi ilmiah lokal, bertujuan memberikan wawasan baru untuk strategi konservasi. Sekaligus, meningkatkan kesadaran global akan potensi ketahanan terumbu karang unik ini,” jelasnya.
Ekspedisi Tara Coral melibatkan sekitar 40 laboratorium dari 18 negara serta dukungan sejumlah lembaga riset seperti University of Papua, Sea Chance, dan Blue Alliance. Selain itu, Tara Ocean Foundation juga berharap Unram dapat bergabung dalam konsorsium ilmiah internasional tersebut.
Rencana penelitian juga mencakup sejumlah wilayah penting seperti Raja Ampat, Banggai, dan Lombok. Selanjutnya, kesempatan ini membuka ruang bagi Unram untuk memperkuat kontribusi riset kelautan sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. (*)



