Distribusi Ternak dari Bima Dipercepat: Rute Dipangkas, Kapal Ditambah
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, berupaya mempercepat distribusi angkutan ternak terutama sapi dari Bima ke luar daerah.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhammad Riadi mengatakan, pihaknya akan menambah armada kapal. Serta, mengubah rute tol laut agar frekuensi pengiriman meningkat.
Langkah ini, katanya, untuk menghindari terulangnya kepadatan angkutan di pelabuhan yang sempat terjadi tahun sebelumnya. “Kemungkinan ada empat kapal yang ditambah,” kata Riadi, Rabu, 11 Maret 2026.
Sebelumnya, layanan kapal yang beroperasi hanya dua hingga tiga unit. Dalam waktu dekat akan ada tambahan satu kapal lagi untuk membantu distribusi.
Meski kapasitas angkutnya tidak sebesar kapal utama yang mencapai 40 unit muatan, kapal tambahan tersebut masih mampu mengangkut sekitar tujuh hingga sepuluh unit.
Selain penambahan kapal, pemerintah juga memutuskan untuk menyesuaikan rute tol laut yang selama ini melayani pengangkutan dari Pelabuhan Bima menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
“Berdasarkan evaluasi, rute tersebut memerlukan waktu perjalanan yang cukup panjang.Yakni, sekitar 10 hari untuk sekali perjalanan sebelum kapal kembali melakukan pengangkutan,” ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, rute baru akan lebih pendek dengan menjadikan Surabaya sebagai titik singgah utama. Dengan perubahan tersebut, waktu perjalanan perkiraannya bisa terpangkas menjadi sekitar enam hingga tujuh hari.
“Pemangkasan waktu tempuh ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan,” ujarnya.
Jika sebelumnya kapal hanya mampu melakukan sekitar tiga kali putaran dengan total muatan sekitar 1.500 ton, maka dengan rute yang lebih pendek jumlah perjalanan bisa bertambah.
Meski terjadi perubahan rute, pemerintah menilai biaya transportasi tidak akan menjadi persoalan utama. Ia menilai, pengurangan jarak pelayaran dapat menekan ongkos di laut, sementara sisanya bisa untuk biaya distribusi di darat.
“Yang terpenting, arus distribusi barang dan komoditas dari daerah dapat berjalan lebih lancar sehingga tidak terjadi penumpukan,” ungkapnya. (*)



