Pelabuhan Lembar Tutup Sementara Mulai 18 Maret, Masyarakat Diminta Mudik Lebih Awal
Lombok Barat (NTBSatu) – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, akan ditutup sementara saat perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Mengingat penutupan pelabuhan yang melayani penyeberangan lintas Lembar- Padang Bai (Bali) ini bersamaan dengan arus mudik Lebaran 2026, mengimbau para pemudik untuk mudik lebih awal.
Berdasarkan pengaturan operasional penyeberangan yang Direktorat Jenderal Perhubungan Laut rilis, Pelabuhan Lembar bersama tiga pelabuhan lainnya. Yakni Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Gili Manuk, dan Pelabuhan Padang Bai, akan ditutup mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 21.00 Wita hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 01.30 Wita.
Penyesuaian operasional tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam rangka menjaga kelancaran. Serta, menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi 2026 yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Manajer Operasional dan Teknik Pelabuhan Lembar, Agus Harianto mengatakan, penutupan pelabuhan tersebut menjelang hari Raya Nyepi dan Idulfitri. “Jadi sebelum Nyepi itu kita tutup sementara. Penutupannya tanggal 18 malam, karena Nyepinya tanggal 19,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 9 Maret 2026.
Meski penutupan bertepatan dengan masa arus mudik Lebaran, Agus mengatakan, kondisi lalu lintas penumpang biasanya sudah menurun ketika pelabuhan mulai berhenti beroperasional. “Biasanya sebelum Nyepi itu sudah pada mudik semua, jadi saat penutupan biasanya sudah sepi lalu lintasnya,” jelasnya.
Imbauan Mudik Lebih Awal
Namun demikian, pihak pelabuhan tetap mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur penyeberangan. Agar mengatur jadwal perjalanan lebih awal dan tidak menunggu hingga mendekati waktu penutupan.
“Di media juga sudah ada informasi, dan pemakai jasa juga sudah kami umumkan. Biasanya kalau Nyepi berdekatan dengan Lebaran, penumpang memang berangkat lebih dulu,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik dan arus balik, Pelabuhan Lembar juga menyiapkan armada kapal penyeberangan yang akan beroperasi secara bergantian. “Kurang lebih ada 19 kapal armada yang disiapkan untuk melayani arus mudik dan arus balik nanti,” ujar Agus.
Belasan kapal tersebut akan melayani penyeberangan selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran. Guna memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Pemerintah sendiri mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, menghindari keberangkatan mendekati tanggal penutupan. Serta, memantau informasi resmi dari otoritas pelabuhan.
Harapannya, langkah tersebut dapat mencegah penumpukan kendaraan maupun penumpang di pelabuhan selama masa mudik Lebaran tahun ini. (Zani)



