Pemerintahan

Isi Pertemuan Prabowo dengan Ulama-158 Pimpinan Ormas Islam di Istana

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto, mengundang sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam acara buka puasa bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis malam, 5 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu berlangsung selama sekitar tiga jam.

“Bapak Presiden tadi dari jam 20.00, sekarang jam 23.00, 3 jam,” kata Zulkifli Hasan usai acara di Istana Merdeka mengutip tayangan video YouTube Sekretariat Presiden.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN yang juga tokoh Nahdlatul Ulama, Nusron Wahid menyebut, sebanyak 158 pimpinan ormas Islam dari berbagai daerah menghadiri undangan tersebut.

“Dengan 158 pimpinan ormas Islam se-Indonesia, ada 86 pimpinan ormas. Kemudian ditambah dengan tokoh-tokoh Islam, sama tokoh-tokoh pimpinan pondok pesantren,” ujar Nusron.

IKLAN

Ia juga mengungkapkan, pimpinan Front Persaudaraan Islam, Habib Rizieq Shihab turut diundang dalam acara silaturahmi tersebut. Namun, Habib Rizieq tidak dapat hadir dan diwakili oleh dua menantunya, yakni Habib Hanif Al-Attas dan Habib Muhammad.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan para pimpinan ormas Islam berdiskusi mengenai berbagai isu strategis. Termasuk, perkembangan geopolitik dan geoekonomi global. Salah satunya, krisis di Timur Tengah serta dampaknya terhadap Indonesia.

“Dari diskusi tadi, intinya Bapak Presiden menjelaskan dua hal. Pertama, masalah geopolitik dan geoekonomi secara global. Terutama yang menyangkut tentang krisis di Timur Tengah, baik di Gaza maupun Palestina. Maupun kondisi kekinian yang ada menyangkut bagaimana pascaserangan daripada Israel dan Amerika terhadap Iran. Dan kemungkinan dampak-dampaknya terhadap Indonesia,” kata Nusron.

Selain isu global, pertemuan juga membahas kondisi terkini di dalam negeri, terutama terkait situasi ekonomi dan sosial masyarakat. “Kemudian, yang kedua menjelaskan kondisi kekinian tentang ekonomi dan sosial keadaan yang ada di Indonesia,” lanjutnya.

Perkuat Komunikasi dengan Pemerintah

Menurut Nusron, para ulama dan pimpinan ormas Islam yang hadir sepakat untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah. Serta, memahami langkah-langkah yang Presiden ambil dalam menghadapi dinamika global.

“Dari pertemuan tadi, para ulama, para pimpinan ormas Islam bersepakat untuk menjalin komunikasi yang intensif. Serta, memahami sikap-sikap yang diambil oleh pemerintah Indonesia oleh Bapak Presiden. Dan kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan,” ujarnya.

Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua MPR, Ahmad Muzani; Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Kemudian, Menko Pangan, Zulkifli Hasan; Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar; Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh ulama nasional. Di antaranya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Iskandar; Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Miftachul Akhyar; dan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.

Serta, Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir; Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kikin Abdul Hakim; Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Hasan Abdullah Sahal; serta Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Kafabihi Ali Mahrus. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button