INTERNASIONAL

Iran Kecam Melania Trump Pimpin Pertemuan Dewan Keamanan PBB Bahas Anak dalam Zona Konflik

Jakarta (NTBSatu) – Amerika Serikat (AS) memimpin pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas isu perlindungan anak-anak di wilayah konflik. Namun, Iran mengecam keras forum tersebut menyusul serangan AS dan Israel terhadap sebuah sekolah di negaranya yang dugaannya menewaskan puluhan anak.

Mengutp dari Al Jazeera, Selasa, 3 Maret 2026, Ibu Negara AS, Melania Trump memimpin langsung pertemuan Dewan Keamanan PBB yang berlangsung di tengah memanasnya perang antara AS-Israel melawan Iran.

IKLAN

Dalam pidatonya, Melania mendesak komunitas internasional untuk memberi perhatian serius terhadap nasib anak-anak yang terjebak dalam konflik bersenjata.

Ia menekankan, pentingnya perlindungan terhadap anak-anak. Serta, perlunya langkah konkret untuk memastikan keselamatan mereka di tengah situasi perang yang terus berkecamuk.

Namun tak lama sebelum sesi dimulai, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani melontarkan kritik tajam terhadap Washington. Ia menyebut, langkah AS memimpin pertemuan tentang perlindungan anak sebagai tindakan yang memalukan dan munafik. Mengingat dugaan keterlibatan negara itu dalam serangan terhadap wilayah sipil di Iran.

“Sangat memalukan dan munafik bagi Amerika Serikat untuk mengadakan pertemuan tentang melindungi anak-anak selama perang. Sementara, mereka melancarkan serangan ke kota-kota Iran yang padat penduduk,” ujar Iravani kepada wartawan.

Ia menambahkan, bagi AS, istilah “melindungi anak-anak” dan “menjaga perdamaian serta keamanan internasional” memiliki makna yang berbeda dari yang tercantum dalam Piagam PBB.

Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan, serangan udara menghantam sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan tersebut disebut menewaskan sedikitnya 165 orang dan melukai puluhan lainnya.

Militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan di lokasi tersebut. Sementara itu, militer AS mengatakan tengah menyelidiki laporan mengenai insiden tersebut.

Pertemuan Dewan Keamanan PBB itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik dan militer antara ketiga negara, dengan isu perlindungan anak menjadi sorotan di tengah tudingan pelanggaran hukum humaniter internasional. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button