Lombok Barat

Pemkab Lobar Tanggapi Jalan Rusak di Sekotong Telan Korban Jiwa, Dinas PUPRPKP: Lagi Proses Perbaikan

Lombok Barat (NTBSatu) – Kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), seolah membuka kembali borok lama persoalan akses dasar di wilayah Selatan.

Jalan yang amblas akibat erosi dan longsor bukan hanya memutus mobilitas warga, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius soal kesiapsiagaan, kecepatan respons, dan efektivitas koordinasi antarinstansi.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini sebelumnya telah meminta agar jalur Sekotong yang rusak segera ditangani, tidak terelakkan, dan diketahui publik. Namun, hingga Kamis, 26 Februari 2026, ruas jalan tersebut tak kunjung selesai hingga akhirnya mempersulit warga dan menimbulkan korban.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lobar, Lalu Ratnawi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sedang mengupayakan penanganan terhadap ruas jalan tersebut.

“Iya sekarang lagi proses perbaikan untuk penanganan darurat dulu,” jelas Ratnawi mengenai kasus kematian seorang remaja tersebut kepada NTBSatu, Jumat, 27 Februari 2026.

Lebih lanjut, Ratnawi menjelaskan, kerusakan jalan tersebut merupakan akumulasi faktor alam dan degradasi lingkungan.  Kondisi ini tambah parah dengan sistem drainase yang tertimbun material tanah, sehingga aliran air justru menggerus tebing dan struktur jalan.

“Pertama karena erosi akibat curah hujan yang tinggi, sebagai akibat dari berkurangnya vegetasi penutup. Terus karena deras air hujan dari bukit, sementara saluran drainase yang tertimbun tanah yang mengakibatkan saluran air badan jalan yang juga mengakibatkan erosi tebing jalan,” jelasnya.

Pasien Ditandu Lewat Jalan Rusak Sekotong

Sebelumnya, lumpuhnya infrastruktur jalan di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, menelan korban jiwa. Rendy (16), remaja asal Dusun Bengkang, Desa Persiapan Pengantap, Lobar meninggal setelah mendapat penanganan di rumah sakit.

Menurut keterangan keluarga korban, Mukarramah, Rendy dinyatakan meninggal dunia di RSUD Patut Patuh Patju Gerung. Setelah sebelumnya harus menjalani proses evakuasi dramatis, melintasi jalan yang terputus total akibat longsor.

“Sudah meninggal, (sempat) dirujuk ke Gerung, karena tidak mampu (ditangani) Puskesmas Sekotong,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 26 Februari 2026.

Kejadian yang menimpa Rendy disebut sebagai imbas kelumpuhan infrastruktur di wilayah Sekotong dan sulitnya akses kesehatan di wilayah pelosok.

Berdasarkan keterangan Mukarramah, kondisi Rendy sempat memburuk pada pagi hari. Namun ambulans tidak bisa menjangkau rumahnya, karena akses jalan utama terputus karena longsor.

Oleh karena itu, warga terpaksa menggendong Rendy menggunakan alat seadanya, melalui jalan dengan medan ekstrem, yang bisa kapan saja amblas.

Rendy sempat dilarikan ke Puskesmas Sekotong untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar karena keterbatasan peralatan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button