Gili Trawangan Jadi Destinasi Berenang Terbaik di Dunia 2026 Versi Forbes
Mataram (NTBSatu) – Gili Trawangan berada di peringkat pertama dalam daftar Best Places in the World to Swim atau Destinasi Berenang Terbaik di Dunia 2026, dengan skor impresif 78,6 dari 100. Penilaian berdasarkan kurasi CV Villas yang dilansir oleh Forbes.
Pencapaian ini membuat posisi Indonesia berada di puncak destinasi wisata dunia lainnya, seperti Koh Samui di Thailand atau Sharm el Sheikh di Mesir.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Lombok Utara, Hairul Anwar mengatakan, keindahan bawah laut menjadi faktor penentu pencapaian ini.
“Wisata laut kita dinilai nomor satu, terutama untuk berenang. Keindahan Trawangan memang luar biasa, mulai dari pantainya hingga pasir putihnya. Kita patut berbangga atas capaian ini,” katanya kepada NTBSatu, Jumat, 20 Februari 2026.
Hairul juga menjabarkan keunggulan Gili Trawangan. Di antaranya, visual airnya bak kristal, perairan yang relatif tenang, dan suhu hangat yang stabil sepanjang tahun.
Menurutnya, beberapa faktor itu menjadikannya destinasi wisata sempurna untuk wellness traveler yang ingin mencari ketenangan atau pemulihan fisik.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara menyadari predikat global harus sejalan dengan fasilitas mumpuni, termasuk infrastruktur digital di kawasan wisata.
Oleh karena itu, Hairul menegaskan jika Pemkab Lombok Utara akan tetap memastikan stabilitas jaringan di lokasi wisata sebagai prioritas.
“Alhamdulillah, jaringan internet di Trawangan sangat bagus. Kami terus melakukan pembenahan dan peningkatan jaringan di kawasan pariwisata guna menunjang kenyamanan wisatawan,” lanjutnya.
Pencapaian tersebut menjadi pengingat daya saing Indonesia di kancah global. Ekosistem informasi yang sehat dan kesadaran masyarakat lokal dalam menjaga lingkungan, akan menjadi penentu keberlanjutan status ini.
Lebih lanjut, Hairul mengungkapkan, langkah strategis Pemkab Lombok Utara untuk mendorong Gili Trawangan menjadi warisan pariwisata dunia dengan melibatkan peran masyarakat lokal.
“Kami rutin melakukan sosialisasi agar masyarakat proaktif membangun konten positif terkait pariwisata. Tujuannya agar capaian di berbagai media ini terus terjaga dan diketahui luas,” tambahnya. (Inda)



