Olahraga

Viral! Surat Permintaan Dispensasi Tilang Suporter demi Nonton PS Daygun

Mataram (NTBSatu) – Media sosial tengah ramai dengan isu adanya jalur hijau yang Polres Lombok Utara berikan, bagi para suporter klub Persatuan Sepak Bola Dayan Gunung (PS Daygun).

Kabarnya, para suporter hanya perlu meneriakkan yel-yel sebagai kata sandi untuk terbebas dari razia lalu lintas. Tujuannya, untuk memudahkan pendukung PS Daygun melintas tanpa hambatan di babak final Liga 4.

Ketua Suporter PS Daygun, Adi Purmanto menjelaskan, alasan di balik klaim pelonggaran razia yang pendukung PS Daygun dapatkan.

“Gairah dari seluruh warga Lombok Utara yang kepingin melihat klub sepak bolanya itu bisa bermain dan bisa menang. Apalagi dengan kondisi sekarang, suporter PS Daygun sedang mencari dukungan agar bisa lolos menjadi salah satu tim dari NTB untuk mewakili NTB di kancah nasional,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 12 Februari 2026.

Adi juga mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan pihak berwenang, termasuk Polres Lombok Utara dan pihak Samsat. Ia mengklaim, setiap suporter yang ingin ke GOR Turida memiliki kebebasan melintas.

Tujuannya, agar antusiasme penonton tidak terhambat dengan adanya pemeriksaan yang ketat. Sekaligus, untuk menjaga nama baik dan citra pendukung PS Daygun.

“Itu yang menjadi hal-hal yang tidak kemudian dibahasakan suporter ini ‘posongong’ (sombong) dan lain sebagainya. Tetapi, kita kepingin suporter ini juga dikawal untuk itu,” lanjutnya.

Tanggapan Polres Lombok Utara

Sementara itu, pihak Polres Lombok Utara membantah adanya jalur khusus menggunakan kata sandi, sesuai klaim pendukung PS Daygun.

Tanggapan ini membantah spekulasi terkait instruksi resmi tentang yel-yel yang bisa meloloskan suporter PS Daygun dari razia lalu lintas.

“Misalnya dengan menyebutkan atau berteriak tentang ‘PS Daygun!’, pasti insyaAllah akan dikasih jalan karena itu memang menjadi kesepakatan bersama,” jelas Adi.

Sementara itu, Kasat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polres Lombok Utara, AKP Mutawalli menegaskan, tidak pernah menerima surat apa pun terkait dispensasi razia.

“Tidak ada (suratnya),” tegasnya kepada NTBSatu, Kamis, 12 Februari 2026.

Agar tidak berujung pada risiko tilang, Polres Lombok Utara mengimbau para suporter untuk tetap menaati aturan lalu lintas secara normatif, karena kepatuhan di jalan raya tidak memandang apa pun. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button