Sumbawa Barat

Pangkas Biaya Rp200 Miliar, Bupati Amar Putuskan Saluran Terbuka untuk Irigasi Tiu Suntuk

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat resmi menetapkan desain teknis jaringan irigasi Bendungan Tiu Suntuk, yang akan mengalir menuju wilayah Jereweh menggunakan sistem saluran terbuka.

​Keputusan strategis ini sebagai langkah efisiensi anggaran. Sekaligus, menjawab kebutuhan perluasan pengairan bagi ratusan hektar lahan pertanian di wilayah tersebut.

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., mengungkapkan, berdasarkan kajian teknis terdapat dua opsi pembangunan jaringan irigasi. Yakni, melalui terowongan sepanjang 3,15 KM atau saluran terbuka sepanjang 28,86 KM.

​”Ini sudah kita hitung semua, sehingga kemarin kami putuskan akan menggunakan yang terbuka. Kenapa? Karena selain biaya (cost), pemeliharaannya juga jauh lebih mudah,” ungkapnya dalam sambutannya, saat melakukan kunjungan ke Desa Goa, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Bupati ​Amar menjelaskan, meski jarak saluran terbuka jauh lebih panjang, nilai investasinya justru jauh lebih efisien. Pembangunan saluran terbuka perkiraannya menelan biaya sebesar Rp412 miliar, sementara opsi terowongan mencapai angka Rp600 miliar.

​”Ada selisih biaya hampir Rp200 miliar. Hal ini menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal daerah,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Bupati Amar memaparkan, pemilihan skema ini tidak hanya soal penghematan anggaran awal, tetapi juga aspek keberlanjutan infrastruktur.

Dengan sistem terbuka, ia menilai, proses pengawasan dan perbaikan jaringan akan lebih praktis petugas teknis maupun masyarakat tani lakukan.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button