Lombok Timur

Dinas Dikbud Temukan Indikasi Berbeda Kasus Dugaan Perundungan Anak SD di Lombok Timur

Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, menelusuri kasus dugaan perundungan siswa SD di Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya. Hasil sementara penelusuran menemukan indikasi yang berbeda dari informasi awal yang berkembang di masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Nurul Wathoni mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim khusus di bawah koordinasi Kepala Bidang SD. Tim telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak di lingkungan sekolah, guna mengklarifikasi kejadian yang menimpa siswa berinisial MHASF (7).

“Dari hasil klarifikasi guru dan kepala sekolah, tidak ada tindakan kekerasan. Informasi yang kami terima, siswa tersebut naik ke atas meja lalu terjatuh saat kegiatan gotong royong di kelas,” kata Nurul Wathoni, Rabu, 4 Februari 2026.

Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur tidak langsung menutup kasus tersebut. Pihaknya menggandeng tim psikolog dari Puskesmas untuk melakukan proses skrining terhadap korban, guna memastikan kronologi kejadian secara objektif.

Nurul menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran pada Januari 2026 yang meminta seluruh sekolah mempedomani Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Edaran tersebut menekankan pencegahan dini terhadap perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kami juga sudah menginstruksikan sekolah menerapkan guru piket, baik saat kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan pembinaan ekstrakurikuler. Agar pengawasan di sekolah benar-benar maksimal,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button