Lombok Timur

Dinas Dikbud Temukan Indikasi Berbeda Kasus Dugaan Perundungan Anak SD di Lombok Timur

Riwayat Kasus

Sebagai informasi, kasus ini mencuat setelah MHASF diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekolahnya pada Rabu, 28 Januari 2026. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang kaki kiri, memar di sejumlah bagian tubuh, demam, serta kelumpuhan sementara.

Saat ini, MHASF masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soedjono Selong. Tim medis masih melakukan observasi lanjutan untuk menentukan, apakah korban memerlukan tindakan operasi atau cukup dengan penanganan konservatif.

Ayah korban, Supriadi mengaku, awalnya tidak mengetahui anaknya mengalami kekerasan di sekolah. Ia sempat mengira kondisi sang anak hanya sakit demam biasa hingga akhirnya tidak mampu berjalan.

“Setelah satu hari tidak bisa jalan sama sekali, saya tanya kenapa kakinya bisa seperti itu. Baru anak saya mengaku kakinya diinjak oleh temannya,” ujar Supriadi.

Selain pembengkakan pada kaki kiri, keluarga menemukan bekas memar di beberapa bagian tubuh korban. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button