Empat Event NTB Tembus KEN 2026, Empat Lainnya Gagal
Mataram (NTBSatu) – Hasil kurasi oleh tim dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan, empat event pariwisata NTB lolos Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Sementara empat lainnya gagal dari delapan event yang Pemprov NTB usulkan.
Adapun keempat event yang lolos KEN 2026 adalah Alunan Budaya Desa Pringgasela di Lombok Timur, Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, Gili Festival di Lombok Utara, serta Mulud Adat Bayan di Lombok Utara.
Sementara empat event lainnya yang gagal lolos KEN 2026 adalah Festival Sangian Api Kabupaten Bima, Perang Topat Lombok Barat. Kemudian, Festival Lakey Kabupaten Dompu, dan Festival Sukarare Begawe Jelo Nyensek Lombok Tengah.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resminya mengatakan, Karisma Event Nusantara alias KEN, bukan sekadar kalender perayaan budaya. Event ini, kata dia, menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi lokal.
“Ini menjadi ruang ekspresi budaya, wadah kolaborasi, sekaligus etalase kekayaan Indonesia yang berdaya saing,” kata Widiyanti mengutip keterangan resminya, Minggu, 25 Januari 2026.
Menurut Widiyanti, KEN diarahkan untuk memperkuat identitas destinasi sekaligus mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan mancanegara melalui event yang terkurasi dan berstandar nasional.
Sebagai informasi, KEN 2026 memuat 125 event unggulan dari 38 provinsi. Meningkat daripada tahun sebelumnya yang berjumlah 110 event. Program ini menjadi etalase nasional bagi event daerah yang memiliki kualitas penyelenggaraan, daya tarik wisata, serta dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu menyebut, peningkatan jumlah event dalam KEN 2026 mencerminkan naiknya kualitas penyelenggaraan event daerah. “Komitmen pemerintah daerah semakin kuat dalam memaksimalkan manfaat pariwisata melalui event,” ujarnya.
Vinsensius menjelaskan, proses kurasi dengan memperhatikan sejumlah indikator. Antara lain inovasi konsep, strategi pemasaran, manajemen kegiatan dan keuangan, serta analisis dampak ekonomi dan sosial. “Kami memastikan setiap event memiliki daya tarik, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta pelaku pariwisata,” kata dia.
NTB Usulkan Delapan Event
Sebelumnya, NTB mengusulkan sebanyak delapan event pariwisata untuk masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026.
Adapun kedelapan event tersebut adalah Alunan Budaya Festival Lombok Timur, Festival Sangian Api Kabupaten Bima, Perang Topat Lombok Barat, dan Gili Festival Lombok Utara. Kemudian, Festival Rimpu Mantika Kota Bima, Festival Lakey Kabupaten Dompu, Festival Sukarare Begawe Jelo Nyensek Lombok Tengah, dan Mulud Adat Bayan Lombok Utara.
“Tentunya tidak serta merta langsung 10 kabupaten dan kota. Kita dari provinsi yang mengusulkan. Harus ada kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dengan pelaksana penyelenggara sendiri,“ jelas Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Ahmad Nur Aulia, Rabu, 19 November 2025.
Sebagai informasi, pada tahun 2025, NTB meloloskan empat event pariwisata masuk KEN. Keempat event itu adalah Festival Alunan Budaya Desa Pringgasela Lombok Timur, Festival Perang Topat Lombok Barat, Festival Gili Lombok Utara dan Festival Rimpu Mantika Kota Bima.
Aulia berharap, event pariwisata NTB yang pihaknya usulkan tahun ini bisa lolos masuk KEN 2026. Sehingga bisa menjadi sarana promosi dan menarik kunjungan wisatawan, baik domestik dan mancanegara.
“Menyusun event ini memang harus ada impact-nya untuk angka kunjungan, okupansi hotel, homestay. Akhirnya bermuara pada kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (*)



