Sumbawa

Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Nelayan Labuhan Bontong, Penghasilan Harian Terjun Bebas

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Cuaca ekstrem berupa angin laut kencang dan gelombang tinggi dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Sumbawa, berdampak langsung pada kehidupan nelayan di Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Empang Tarano.

Aktivitas melaut terhenti, sementara penghasilan yang menjadi satu-satunya sumber nafkah nyaris tak ada.

Salah seorang nelayan, A. Rasid (62) mengungkapkan, kondisi cuaca saat ini membuat nelayan tidak berani melaut karena ancaman keselamatan.

“Angin laut cukup kencang dan gelombang ombak besar, jadi kami tidak bisa melaut,” ujar Rasid kepada NTBSatu Jumat, 23 Januari 2026.

IKLAN

Menurutnya, sebelum cuaca ekstrem, penghasilan nelayan masih bisa diandalkan meski tidak menentu.

“Kalau kondisi normal, penghasilan sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per hari, tergantung rezeki,” katanya.

Namun sejak cuaca memburuk, pemasukan praktis terhenti. Nelayan terpaksa bertahan hidup dengan mengandalkan tabungan dari hasil melaut sebelumnya.

“Sekarang tidak ada pemasukan sama sekali. Untuk kebutuhan rumah tangga, kami terpaksa mengorek tabungan lama,” ungkapnya.

Rasid menegaskan, bagi nelayan kecil tidak ada alternatif pekerjaan lain untuk menutup kebutuhan harian keluarga saat tidak melaut.

“Tidak ada penghasilan lain selain melaut. Kalau cuaca begini, ekonomi keluarga langsung terganggu,” tegasnya.

Ia berharap, kondisi cuaca segera membaik agar nelayan dapat kembali melaut dan roda ekonomi rumah tangga kembali berjalan.

“Harapan kami cuaca cepat membaik supaya bisa melaut seperti biasa dan kebutuhan hidup kembali normal,” tambah Rasid.

Cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat, angin kencang, dan banjir tidak hanya mengancam keselamatan nelayan, tetapi juga memperlihatkan rentannya ketahanan ekonomi masyarakat pesisir yang sepenuhnya bergantung pada sektor kelautan. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button