Pemerintahan

Sumbawa Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi NTB

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memandang, program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa sebagai langkah strategis yang selaras dengan arah besar pembangunan daerah dalam visi NTB Makmur Mendunia. 

Program-program tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Sumbawa dalam memperkuat sektor produktif, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. 

“Bagi Pemprov NTB, Sumbawa memiliki posisi penting sebagai salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi NTB, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, dan penguatan konektivitas wilayah,” kata Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal melalui Juru Bicara Pemprov, Ahsanul Khalik, Selasa, 20 Januari 2026.

Gubernur melihat, program-program unggulan Pemkab Sumbawa ini sangat relevan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah. Mulai dari penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif. 

IKLAN

“Sinergi ini penting, karena visi NTB Makmur Mendunia hanya bisa dicapai apabila seluruh kabupaten/kota bergerak dalam satu irama pembangunan, dengan target yang terukur dan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya. 

Secara khusus, Pemprov NTB memberikan apresiasi terhadap program Sumbawa Hijau Lestari yang mendorong gerakan menanam ribuan pohon sebagai upaya mengurangi deforestasi dan memperkuat ketahanan lingkungan. 

Langkah ini bukan hanya program simbolik, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga sumber air, menekan risiko bencana ekologis, serta melindungi ruang hidup masyarakat. 

“Ini sejalan dengan misi Pemprov NTB yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi penting pembangunan, karena kemakmuran tidak boleh dibangun dengan mengorbankan kelestarian alam,” ujarnya. 

Untuk itu Pemprov NTB  pada tahun 2026 ini menguatkan gerakan penghijauan tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan pengawasan dan penegakan aturan di kawasan hutan. 

Karena itu tahun 2026 ini Pemprov NTB telah meningkatkan anggaran dari hanya Rp50 juta menjadi Rp1 miliar atau naik sebesar 1.900 persen untuk penguatan peran Polisi Kehutanan (Polhut) untuk memastikan perlindungan hutan berjalan efektif, mulai dari patroli rutin, pengawasan kawasan rawan, pencegahan perambahan, hingga penindakan terhadap aktivitas ilegal. 

“Kami mendorong kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sekitar hutan, agar pengawasan tidak hanya berbasis tindakan, tetapi juga berbasis pencegahan dan edukasi,” jelasnya. 

Pemprov NTB terus menguatkan sinergitas  program bersama Pemkab Sumbawa melalui sinergi perencanaan, penguatan koordinasi lintas OPD, serta kolaborasi program yang sejalan dengan berbagai program Pemprov NTB. 

“Dengan semangat harmoni pembangunan, kita optimis Sumbawa akan semakin maju, lingkungan semakin terjaga, ekonomi semakin tumbuh, dan visi besar NTB Makmur Mendunia benar-benar terwujud secara nyata dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat NTB,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button