INTERNASIONAL

Kebakaran Hutan di Chili Tewaskan 15 Orang, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

Jakarta (NTBSatu) – Kebakaran hutan melanda wilayah Selatan Chili dan menewaskan sedikitnya 15 orang. Bencana tersebut juga memaksa lebih dari 50.000 warga mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Mengutip AFP, Senin, 19 Januari 2026, Menteri Keamanan Chili, Luis Cordero mengatakan, korban jiwa tercatat di wilayah Nuble dan Biobio, yang terletak sekitar 500 kilometer di selatan ibu kota Santiago.

Kebakaran dampak angin kencang dan suhu panas ekstrem yang terjadi selama musim panas di belahan bumi Selatan. Presiden Chili, Gabriel Boric sebelumnya telah mengumumkan status keadaan darurat di wilayah Nuble dan Biobio.

Pengumuman tersebut ia sampaikan melalui unggahan di platform media sosial X, seiring upaya petugas pemadam kebakaran yang berjibaku mengendalikan kobaran api.

IKLAN

“Hampir dua lusin kebakaran terjadi di seluruh negeri, sebagian besar di Nuble dan Biobio. Semua sumber daya tersedia,” tulis Boric.

Ia menegaskan, penetapan keadaan darurat memungkinkan keterlibatan angkatan bersenjata dalam proses penanggulangan bencana.

Menteri Dalam Negeri Chili, Alvaro Elizalde menyebut situasi yang pemerintah saat ini hadapi sangat kompleks. “Kita menghadapi situasi yang rumit,” ujarnya.

Direktur Layanan Nasional untuk Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, Alicia Cebrian mengatakan, sebagian besar evakuasi di wilayah Biobio, khususnya di kota Penco dan Lirquen yang memiliki jumlah penduduk gabungan sekitar 60.000 jiwa.

Tayangan televisi lokal memperlihatkan api membakar kawasan permukiman di kedua kota tersebut, dengan sejumlah kendaraan terlihat hangus di jalanan.

Kebakaran hutan telah menjadi ancaman serius di wilayah selatan-tengah Chili dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Februari 2024, kebakaran besar yang terjadi secara bersamaan di sekitar kota Vina del Mar, Barat laut Santiago, menyebabkan 138 orang meninggal dunia, berdasarkan data kantor kejaksaan setempat.

Saat itu, sekitar 16.000 orang dilaporkan terdampak akibat bencana kebakaran tersebut. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button