Nasib Tugu Metro di Tengah Megahnya Kantor Wali Kota Mataram
Mataram (NTBSatu) – Tugu Metro Mataram, monumen selamat datang yang menjadi simbol ikonik Kota Mataram, kini berada di persimpangan jalan. Meski dirancang sebagai magnet wisatawan dan ruang rekreasi publik, pemanfaatannya hingga kini dinilai masih sebatas penanda batas wilayah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning mengungkapkan, pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) tidak memfokuskan anggaran pada penataan Tugu Metro.
Fokus pembangunan saat ini dialihkan pada infrastruktur lain, termasuk perampungan pembangunan Kantor Wali Kota Mataram. “Tidak dikhususkan ada anggaran di situ (Tugu Metro),” ungkap Lale kepada NTBSatu, Kamis, 8 Januari 2026.
Meski tidak menjadi prioritas penataan besar, ia menegaskan jika serangkaian perawatan Tugu Metro tetap dilakukan untuk memastikan area tugu tetap terawat kebersihan dan fungsi dasar monumen.
“Kalau perawatan itu setiap saat kita lakukan, terutama untuk air mancur, lampu, dan pembersihan rutin,” sambungnya.
Terkait rencana lama yang sempat beredar yakni pemasangan lift sebagai fasilitas penunjang, Lale mengaku belum ada gambaran. Prioritas Wali Kota saat ini adalah memperkuat infrastruktur lain yang dianggap lebih mendesak.
“Jadi untuk saat ini belum saya bisa pastikan bahwa ada lift dan sebagainya, ” ujarnya.
Tanggapan DPRD Kota Mataram
Sementara itu, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram, Abd Rachman mendorong agar Pemkot Mataram tidak membiarkan Tugu Metro berdiri terpisah dari estetika Kantor Wali Kota yang tengah berkembang.
“Harapan kita, penataan area kantor wali kota nanti bisa mencakup juga Monumen Metro agar bisa dipercantik,” jelasnya.
Ia menekankan, pentingnya konektivitas visual antara kemegahan kantor pemerintahan yang baru dengan Tugu Metro sebagai gerbang masuk kota.
Tak hanya itu, Rachman juga berharap penataan area Kantor Wali Kota yang hampir rampung dapat berkesinambungan dengan penataan monumen tersebut.
Menurutnya, jangan sampai pembangunan yang menghabiskan anggaran besar justru tidak maksimal dalam menarik minat masyarakat karena kurangnya integrasi estetika.
“Jangan sampai pembangunan yang bertujuan menarik minat masyarakat justru tidak maksimal,” tegasnya.
Mengacu pada catatan pembangunan terakhir pada tahun 2024, Pemkot Mataram menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,1 miliar untuk pembangunan kolam air mancur guna menambah estetika area Tugu Metro tersebut.
Pembangunan Tugu Metro ini dilakukan secara bertahap (multiyears), secara kumulatif diperkiraan telah menyedot anggaran belasan miliar sejak awal pembangunannya. (Salsa)



