Pemerintahan

30 Tahun di Birokrasi, Ahmad Saufi Siap Wujudkan Visi Gubernur Iqbal NTB Makmur dan Mendunia

Mataram (NTBSatu) – Doktor (Dr.) Ahmad Saufi, S,Si., M.Sc., mengungkapkan, alasan dan motivasinya mengikuti seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB.

Dalam podcast atau siniar bersama NTBSatu, Senin, 29 Desember 2025, ia mengungkap motivasi pribadi yang melatarbelakangi keputusannya. Saufi menilai, pengalaman panjangnya di birokrasi perlu memberi manfaat nyata bagi masyarakat NTB.

“InsyaAllah dengan pengalaman 30 tahun kita mengabdi di dalam dan di luar negeri, pengalaman. Kemudian, keterampilan dan attitude (sikap, red) itu yang ingin kami bawa ke sini,” ujarnya.

Bagi Saufi, ilmu pengetahuan dan jam terbang yang ia miliki akan terasa sia-sia jika tidak dipraktikkan untuk kemaslahatan masyarakat luas. Ia mengibaratkan, pengalaman yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

IKLAN

Tak hanya itu, dorongan ini juga muncul dari rasa tanggung jawab sekaligus tantangan untuk kembali mengabdi ke daerah asal. Panggilan tanah kelahiran menjadi pemicu utama langkahnya menuju kursi Sekda NTB.

“Sebaik-baik orang kan adalah yang bisa berguna untuk masyarakat, untuk orang lain. Mudah-mudahan kami ingin mengambil kebaikan itu. Tentu panggilan dari tanah kelahiran ini juga menantang,” tambahnya.

Ia juga menyoroti arah kepemimpinan dan visi jangka panjang Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yakni NTB Makmur dan Mendunia. Visi tersebut untuk mendorong pembangunan daerah secara menyeluruh.

Menurutnya, pembangunan juga harus menyentuh kualitas sumber daya manusia, karakter masyarakat, serta pola pikir yang berorientasi pada kemajuan dan kebaikan bersama.

“Termasuk juga Pak Gubernur mempunyai visi besar menjadikan NTB Makmur. Bagaimana makmur ke dalam, isi hati, isi otak masyarakat, penuh dengan baik,” tutur Saufi.

Lebih jauh, Saufi memandang NTB memiliki posisi strategis untuk tampil sebagai wilayah yang dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

Ia melihat potensi pariwisata, budaya, serta karakter masyarakat sebagai modal penting untuk membangun citra daerah yang positif.

“Kita bisa dikenal dunia dan NTB bisa menjadi destinasi tepat untuk singgahan kawan-kawan dari mancanegara dan daerah lain yang aman, nyaman,” ucapnya.

Dari Berlin Menuju NTB

Sebagai informasi, Ahmad Saufi Lahir di Mataram pada 2 Januari 1971. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di IPB University, Jurusan Biologi, pada tahun 1995.

Kemudian, Saufi melanjutkan studi magister di University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia, bidang Bioteknologi dan lulus pada 2000.

Pendidikan doktoralnya ia tempuh di Heinrich-Heine-Universität Düsseldorf, Jerman, Jurusan Biologi dengan predikat Cum Laude pada tahun 2007.

Saufi juga pernah menjalankan tugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin periode 2016-2020. Selanjutnya, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Saat ini, Ahmad Saufi menjabat sebagai Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Jabatan strategis tersebut ia emban sejak Juni 2020

Keikutsertaan Ahmad Saufi dalam seleksi Sekda NTB dinilai membawa perspektif baru. Khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan, jejaring lintas sektor, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.

Saufi memiliki rekam jejak karier yang relatif linear dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yang merupakan Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki.

Keduanya sama-sama pernah berkarier di lingkup Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan memiliki pengalaman diplomasi internasional. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button