Pemerintahan

Fathurrahman Siapkan “Triple T” Bantu Wujudkan Visi Gubernur sebagai Calon Sekda NTB

Mataram (NTBSatu) – Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si., mengungkapkan, motivasinya mengikuti seleksi Sekda berdasarkan pengalaman, integritas, serta komitmen untuk mengimplementasikan arah kebijakan politik Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Tujuannya, agar setiap kebijakan yang gubernur rumuskan benar-benar masyarakat rasakan manfaatnya.

Asisten I Setda NTB ini tak menampik, posisi Sekda memiliki peran strategis sebagai penggerak utama birokrasi dalam menerjemahkan kebijakan kepala daerah ke dalam program nyata.

Sehingga ke depan, menurutnya, perbaikan harus mengarah pada tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan inovatif demi mewujudkan visi dan misi gubernur, yaitu NTB Makmur dan Mendunia.

IKLAN

Dalam presentasinya saat mengikuti seleksi, Fathurrahman mengusung gagasan bertajuk “Transformasi Tata Kelola Pemprov NTB Menuju Visi Bersama NTB Makmur Mendunia”. Konsep tersebut dirumuskan dalam tiga pilar utama yang disebut “Triple T”.

Pilar pertama adalah transformasi digital melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis digital. Artinya, seluruh data harus ter-input secara berkala oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu.

“Dengan sistem data yang terintegrasi, tidak perlu lagi banyak rapat. Cukup melihat progres kerja OPD melalui sistem, sehingga arah kinerja berikutnya bisa terbaca,” jelasnya kepada NTBSatu, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia berharap, sistem ini mampu mendukung pencapaian program prioritas daerah seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sektor pariwisata.

Pilar kedua adalah transformasi talenta. Poin ini menitikberatkan pada penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Di dalamnya termasuk penerapan sistem meritokrasi secara konsisten, serta penataan pola karier ASN agar lebih objektif dan berkeadilan.

“Bagaimana manajemen talenta dijalankan dengan baik. Kemudian meritokrasi itu berjalan dengan baik. Nah, itu semuanya dirumuskan dalam transformasi talenta,” ujarnya.

Dorong Pemerintahan Berbasis Sistem dan Data

Kemudian pilar ketiga adalah transformasi proses. Menurut Fathurrahman, transformasi ini mengarah pada penentuan proses pemerintahan agar berbasis sistem dan data. Sehingga, memudahkan proses-proses itu lebih tepat dan terarah.

“Dengan demikian, setiap proses pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program dapat berjalan lebih tepat sasaran dan terarah,” ujarnya.

Menjawab persoalan keterbatasan fiskal daerah, ia menilai kondisi tersebut hampir seluruh pemerintah daerah alami. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran harus dengan menetapkan prioritas yang jelas.

Fokus utama pada agenda strategis seperti pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata berkualitas.

“Termasuk menyelesaikan masalah stunting, dimulai dari desa. Menuntaskan persoalan sampah. Serta, isu lingkungan juga perlu menjadi perhatian serius agar tidak sampai terjadi deforestasi,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button